Skip to main content

persimpangan semu

bimbang. galau. bingung harus bagaimana.
bagaimana menapaki jalan untuk kedepannya. jika ditanya apakah masih pingin lanjut menjadi seorang player color guard di MB UGM. jujur hati ini menjawab masih, ada secuil keinginan untuk bertahan. terutama bila didukung temen seperjuangan yang masih setia pada unit.
tapi di sisi lain diri ini juga menolaknya. berusaha menjauhi segala proses yang menyakitkan dan jika mau jujur sungguh terkadang aku pun tak sanggup menjalaninya. latihan ekstra yang begitu berat ditambah dengan memikirkan kuliah, tugas, praktikum, dan aktivitas sosial lain yang harus dipikirkan.

di lain sisi juga orang tua yang tidak lagi memperbolehkan aku untuk ikut kegiatan semacam ini. kelelahan fisik yang begitu tampak membuat ibu aku menyayangkan anaknya untuk pergi ke medan perang.

entah harus bagaimana. deadline kepastian untuk tetap melanjutkan karir dan pergi berperang untuk IOMBC masih tanggal 29 desember. tapi dari sekarang masih bingung dan sama sekali belum jelas.
kompetisi IOMBC masih besok april 2012. yah setidaknya prosesnya lebih singkat dari proses menuju GPMB. tapi tetap saja pasti penuh isak tangis dan bahkan banyak terjadi pertumpahan tragedi berdarah di color guard sendiri.

sekali lagi untuk sejujurnya aku bingung antara masih ingin berjuang bersama mereka para wanita dan lelaki gagah perkasa untuk maju ke medan perang. sekali lagi. tapi jujur juga sangat tidak sanggup juga bagiku untuk mengikuti proses yang sama. sekali lagi.

Comments

Popular posts from this blog

nindi onnie, this is kind of little cute things right :">

berawal dari ketidakada kerjaan, senggang sesenggang senggangnya, gambar dan coretan kreatif ini dibuat. dalam sehelai tissue ini, terdapat coretan lugas yang dibuat oleh dua orang gadis polos nan lugu. tersangka utama adalah nindita nilasari dan silvia noordiana (aku). seharusnya kita berdua dengerin LPJ para pengurus harian marching yang emang saat itu lagi diadakan di ruang sidang 3 di gelanggang mahasiswa UGM. entah karena rasa bosan yang sudah amat sangat diiringi dengan rasa kelaparan yang tinggi akhirnya sehelai tissue kreatif ini berhasil dibuat. seru kan, obrolan kita ga penting sebenernya di sini, cuma sebuah coretan untuk membunuh waktu ahah yuk nindi onnie kapan lagi kita corat coreet :3 oh sebelumnya, jigeumeun non yoja ireumen, nindita onnie imnida :) nama panjangnya nindita nilasari, sekarang ini lagi kuliah di UGM jurusan bahasa korea. karena aku juga suka korea banget bahkan super maksi sukanya jadilah kita berbahasa koreaan :3 selain itu nih yaaaa mau ...

Jalan Masa Depan

Tetiba kepikiran sama pekerjaan yang sekarang. Suka banget sama kantornya kenapa? Karena kerjaannya bukan? Atau sama orang orangnya? Atau karena peraturannya? Selama ini suka banget sama orang orangnya. Rasanya bukan kayak berangkat kantor tapi berangkat main. Kalo misalkan mereka ngga ada dan tergantikan gimana? Aku ngga siap kayaknya :') Satu udah pergi, satu lagi juga mau pergi. Yang satunya belum tentu bakal ada disitu terus. Rasanya pengen bilang kalo udah disini aja ngga usah kemana mana. Tapi masa depan kan di tangan masing masing, ngga bisa ngikutin, ngga bisa dipaksain. Pada akhirnya semua akan ada di jalan pilihannya sendiri. Manusia memang makhluk sosial, tapi juga bukan tempat untuk bergantung. Harus belajar ikhlas. People change anytime. Dijaga aja kenangannya biar ngga pudar :')

Looking for a friend

What do you see from your parents? I just see religion, less love and affection. The way you communicate is important, how you can feel alive and be the person loved at home. The things I know is, I don't want to raise my children like my parents raised me. That's not good and not appropriate. Yes, I'm aware of the religion but I didn't get any value and advice. Mostly are unreasonable explanation and I can't get any good discussion. Either way I got high voice upon me or they didn't hear any words came through my mouth. I'm an adult already, need a discussion in both way not just 'Hey, we're your parents. You can't say anything againts us, it's not allowed in our religion'.