Skip to main content

passion?

selamat malam, bagaimana kabar blog ini setelah ditinggal sekian lama?
err cukup. agak. menyedihkan.

udah lama ga nulis. sekalinya nulis bingung apa yang harus diutarakan.bukan. bukan karena tidak adanya bahan. tapi terlebih karena banyaknya hal yang harus diungkapkan. terkesan berlebihan? err mungkin iya tapi nungkin juga tidak.

kali ini aku ingin bertanya mau jadi apa kalian untuk ke depannya? untuk lima, sepuluh, bahkan dua puluh tahun ke depan? apakah tetap berada pada jalur di bidang yang ditempuh. ataukah melenceng terjun bebas keluar dari jalur?
untuk yang satu ini aku bahkan tidak bisa menjawabnya. apakah aku sudah tepat memilih jurusan? apakah bidang ini sesuai dengan passionku sendiri? dan apakah bidang ini aka membawaku pada kesuksesan?
gelap. sama sekali tidak ada bayangan.

dan bagaimana jika kita mengecewakan kepercayaan seseorang? entah karena aku yang sama sekali tidak memenuhi kualifikasi menjadi seorang pemimpin ataukah aku hanyalah pecundang di segala bidang. entah.

bukan kesempurnaan yang aku cari karena aku tau manusia sama sekali tidak ada yang sempurna. tapi terlebih pada apa yang bisa aku lakukan? apa yang bisa kuperbuat?
yang kubisa hanya mengacaukan segalanya. I ruin everything that I take.

no passion for sure. is that enough?
for you, all of you who never think that I'm exist

Comments

Post a Comment

Popular posts from this blog

nindi onnie, this is kind of little cute things right :">

berawal dari ketidakada kerjaan, senggang sesenggang senggangnya, gambar dan coretan kreatif ini dibuat. dalam sehelai tissue ini, terdapat coretan lugas yang dibuat oleh dua orang gadis polos nan lugu. tersangka utama adalah nindita nilasari dan silvia noordiana (aku). seharusnya kita berdua dengerin LPJ para pengurus harian marching yang emang saat itu lagi diadakan di ruang sidang 3 di gelanggang mahasiswa UGM. entah karena rasa bosan yang sudah amat sangat diiringi dengan rasa kelaparan yang tinggi akhirnya sehelai tissue kreatif ini berhasil dibuat. seru kan, obrolan kita ga penting sebenernya di sini, cuma sebuah coretan untuk membunuh waktu ahah yuk nindi onnie kapan lagi kita corat coreet :3 oh sebelumnya, jigeumeun non yoja ireumen, nindita onnie imnida :) nama panjangnya nindita nilasari, sekarang ini lagi kuliah di UGM jurusan bahasa korea. karena aku juga suka korea banget bahkan super maksi sukanya jadilah kita berbahasa koreaan :3 selain itu nih yaaaa mau ...

Jalan Masa Depan

Tetiba kepikiran sama pekerjaan yang sekarang. Suka banget sama kantornya kenapa? Karena kerjaannya bukan? Atau sama orang orangnya? Atau karena peraturannya? Selama ini suka banget sama orang orangnya. Rasanya bukan kayak berangkat kantor tapi berangkat main. Kalo misalkan mereka ngga ada dan tergantikan gimana? Aku ngga siap kayaknya :') Satu udah pergi, satu lagi juga mau pergi. Yang satunya belum tentu bakal ada disitu terus. Rasanya pengen bilang kalo udah disini aja ngga usah kemana mana. Tapi masa depan kan di tangan masing masing, ngga bisa ngikutin, ngga bisa dipaksain. Pada akhirnya semua akan ada di jalan pilihannya sendiri. Manusia memang makhluk sosial, tapi juga bukan tempat untuk bergantung. Harus belajar ikhlas. People change anytime. Dijaga aja kenangannya biar ngga pudar :')

Looking for a friend

What do you see from your parents? I just see religion, less love and affection. The way you communicate is important, how you can feel alive and be the person loved at home. The things I know is, I don't want to raise my children like my parents raised me. That's not good and not appropriate. Yes, I'm aware of the religion but I didn't get any value and advice. Mostly are unreasonable explanation and I can't get any good discussion. Either way I got high voice upon me or they didn't hear any words came through my mouth. I'm an adult already, need a discussion in both way not just 'Hey, we're your parents. You can't say anything againts us, it's not allowed in our religion'.