Skip to main content

sepenggal kisah

halo apa kabar? lama sudah kita tak bersua
kau menanyakan kabar gadis itu? oh, masih sama seperti kemarin, menjalani hari penuh dengan ilmu dan juga penuh dengan orang orang yang sempurna. hanya saja sebentar lagi akan ada ujian akhir semester atau yang biasa disebut seorang mahasiswa sebagai UAS.

well, mungkin dulu seorang gadis ini ingin menjadi yang terbaik, ingin berusaha dengan tenaganya sendiri dan berjuang dengan keringatnya sendiri. perjalanan penuh lika liku pemikiran telah ditempuh dan senyum terkembang ketika suatu angka itu muncul. angka yang tidak dapat dibilang sempurna tapi bisa dikatakan lebih dari cukup yang cukup membuat perasaan puas itu ada atas jerih payahnya selama ini. seorang yang ambisius dan penuh tekad.

yah mungkin seseorang seperti itu sudah jauh pergi, meninggalkan seorang gadis yang bahkan tidak tahu apa yang harus dilakukan ketika memasuki dunia baru yang sama sekali berbeda. semua terlihat begitu ambisius dan mengalami kemajuan pesat. sementara dia terdiam di ujung jalan, menanti adanya penyelamat yang akan mengeluarkannya dari segala kemunafikan ini. dia terdiam melihat semua tingkah laku orang di dalam dunianya dan seketika itu juga merasa muak. keinginan untuk menjadi sama rata dengan orang lain menghampirinya. kenapa tidak? apakah harus? dan apakah mungkin? pertanyaan yang hampir gadis itu lontarkan untuk setiap harinya. hari penuh sandiwara.

dan ketika waktu demi waktu berlalu gadis itu menyadari bahwa semua orang tidaklah harus menempuh jalan yang sama. mungkin apa yang dicarinya tidak ada di dalam sana, dalam dunia penuh keegoisan. mungkin sudah saatnya gadis ini menempuh jalan yang tidak biasa dilalui oleh gadis lain. dan mungkin sudah saatnya mengakhiri segala tanda tanya.

gadis ini berusaha kuat, bukan dengan sikap ketidakpedulian terhadap dunia penuh tekad itu, tapi dengan tangannya yang kecil, dia berusaha menyelesaikan apa yang harus diselesaikan dan menutup matanya dari segala arah pandangan tajam dalam dunia penuh tekad itu.

Comments

Popular posts from this blog

nindi onnie, this is kind of little cute things right :">

berawal dari ketidakada kerjaan, senggang sesenggang senggangnya, gambar dan coretan kreatif ini dibuat. dalam sehelai tissue ini, terdapat coretan lugas yang dibuat oleh dua orang gadis polos nan lugu. tersangka utama adalah nindita nilasari dan silvia noordiana (aku). seharusnya kita berdua dengerin LPJ para pengurus harian marching yang emang saat itu lagi diadakan di ruang sidang 3 di gelanggang mahasiswa UGM. entah karena rasa bosan yang sudah amat sangat diiringi dengan rasa kelaparan yang tinggi akhirnya sehelai tissue kreatif ini berhasil dibuat. seru kan, obrolan kita ga penting sebenernya di sini, cuma sebuah coretan untuk membunuh waktu ahah yuk nindi onnie kapan lagi kita corat coreet :3 oh sebelumnya, jigeumeun non yoja ireumen, nindita onnie imnida :) nama panjangnya nindita nilasari, sekarang ini lagi kuliah di UGM jurusan bahasa korea. karena aku juga suka korea banget bahkan super maksi sukanya jadilah kita berbahasa koreaan :3 selain itu nih yaaaa mau ...

Jalan Masa Depan

Tetiba kepikiran sama pekerjaan yang sekarang. Suka banget sama kantornya kenapa? Karena kerjaannya bukan? Atau sama orang orangnya? Atau karena peraturannya? Selama ini suka banget sama orang orangnya. Rasanya bukan kayak berangkat kantor tapi berangkat main. Kalo misalkan mereka ngga ada dan tergantikan gimana? Aku ngga siap kayaknya :') Satu udah pergi, satu lagi juga mau pergi. Yang satunya belum tentu bakal ada disitu terus. Rasanya pengen bilang kalo udah disini aja ngga usah kemana mana. Tapi masa depan kan di tangan masing masing, ngga bisa ngikutin, ngga bisa dipaksain. Pada akhirnya semua akan ada di jalan pilihannya sendiri. Manusia memang makhluk sosial, tapi juga bukan tempat untuk bergantung. Harus belajar ikhlas. People change anytime. Dijaga aja kenangannya biar ngga pudar :')

Looking for a friend

What do you see from your parents? I just see religion, less love and affection. The way you communicate is important, how you can feel alive and be the person loved at home. The things I know is, I don't want to raise my children like my parents raised me. That's not good and not appropriate. Yes, I'm aware of the religion but I didn't get any value and advice. Mostly are unreasonable explanation and I can't get any good discussion. Either way I got high voice upon me or they didn't hear any words came through my mouth. I'm an adult already, need a discussion in both way not just 'Hey, we're your parents. You can't say anything againts us, it's not allowed in our religion'.