Skip to main content

keraguan masa depan

Sudah lama mungkin rasanya blog ini terabaikan. Bukan dilupakan hanya semacam sindrom kemalasan, biasa anak perkuliahan ada saja yang dikerjakan.

Saat ini saya sudah memasuki semester 5, semester yang paling riweuh menurut saya, semester yang sangat menguji ketabahan hati terutama untuk saya. Entah, saya yang salah atau cara pandang saya mulai berubah. Sampai saat ini saya belum menemui ketertarikan yang berarti pada gizi klinis dan segala antek anteknya. Segala macam hal yang jauh dari jangkauan dan tidak menarik menurut saya. Tetapi memasuki semester ini segala hal perkuliahan berhubungan dengan gizi klinis yang notabenenya sudah mengarah tujuan pada pekerjaan di rumah sakit. itu bukan saya, sama sekali.

Pernah suatu ketika, ketika praktikum berlangsung terlontar pertanyaan dari seorang asisten


ada yang gamau jadi ahli gizi di sini? ga ada kan, kalo ada kenapa masih di sini - seorang asisten dalam praktikum



untuk sesaat saya terdiam, benar benar terdiam.
mau jadi apa kamu kedepannya cil?

tidak pernah terlintas sedikitpun untuk bekerja di rumah sakit. kemampuan lain? apa yang bisa diandalkan, aku pikir tidak ada. entahlah.
jika kamu bertanya tentang pindah jurusan, apa kabarnya? tahun depan sudah bisa lulus dan tentunya mengeluarkan biaya yang tidak sedikit pula. bertahan adalah cara yang paling baik.
wish me luck and please always stay with me God

Comments

Post a Comment

Popular posts from this blog

Kematangan

Saya selalu suka membaca tulisan Uni Hesty di instagram. Seseorang yang sedang berusaha menyelesaikan study phd nya di negeri kangguru. Saya tidak kenal dia, saya hanya mampir ke profilenya setelah mendapatkan info dari Amrazing. Tulisannya manis, bisa bikin senyum sendiri sepanjang hari. Satu hal yang saya salut, dia menikmati semua waktunya yang tidak pasti bersama dengam orang yang dia sukai. Dia mengutarakannya dan tetap berada di sisinya meskipun orang yang dia sukai memberikan warna abu abu. Bukankah itu berat? Seperti tau dengan adanya penolakan tapi tidak dibarengi dengan pengusiran. Masih menjadi teman diskusi, bercanda dan melewati hari. Saya selalu terharu membaca setiap tulisannya. Sudah bukan roman picisan ala jaman anak SMA. Dia sudah matang secara perasaan. Send all warm regards to you mba, tetap bahagia ya :')

dresses

desain baju awal *source: om google* hasil masukkin kain ke tukang jait yah beda tipis. tipis beda. beda renda. beda saku. beda bahan. beda total -___- fyi gara gara bikin ini baju, 4 taun lalu gue ga dapet baju lebaran. uang kain sama uang jahit bahkan lebih mahal jaaaauh dibanding jatah duit lebaran yang mau dikasih ibu. dan asal lo tau sampe sekarang baju ini cuma kepake sekali doang. sekali selama 4 tahun. what the heck are you doing cil hah sok gaya mau ikutan cosplay nyatanya gapernah sekalipun -.- yah apa mau dikata, that's so me. suka membuat hal baru bahkan yang useless sekalipun.

Jalan Masa Depan

Tetiba kepikiran sama pekerjaan yang sekarang. Suka banget sama kantornya kenapa? Karena kerjaannya bukan? Atau sama orang orangnya? Atau karena peraturannya? Selama ini suka banget sama orang orangnya. Rasanya bukan kayak berangkat kantor tapi berangkat main. Kalo misalkan mereka ngga ada dan tergantikan gimana? Aku ngga siap kayaknya :') Satu udah pergi, satu lagi juga mau pergi. Yang satunya belum tentu bakal ada disitu terus. Rasanya pengen bilang kalo udah disini aja ngga usah kemana mana. Tapi masa depan kan di tangan masing masing, ngga bisa ngikutin, ngga bisa dipaksain. Pada akhirnya semua akan ada di jalan pilihannya sendiri. Manusia memang makhluk sosial, tapi juga bukan tempat untuk bergantung. Harus belajar ikhlas. People change anytime. Dijaga aja kenangannya biar ngga pudar :')