Skip to main content

Pengasingan Diri

Teruntuk diriku yang sedang gundah.

Dalam doaku selalu aku mengulang kata bahwa kompetisi dimulai dari diri sendiri, bukan dengan orang lain. Berusaha berjuang untuk menantang diri sendiri, seberapa keras batas limit yang ada. Dan Tuhan, jangan jadikan aku orang yang mudah dengki dan selalu berkaca pada orang lain. Jadikan aku orang yang penuh dengan rasa syukur dan baik prasangka. Jadikan aku orang yang mandiri, bukan seorang pengemis perhatian orang lain.

Terkadang aku mempercantik diri sendiri hanya agar orang melihat bagaimana aku terlihat secara fisik. Tapi yang datang sekumpulan lalat yang bahkan tak tau malu, jauh dari kata busuk.

Terkadang aku berusaha menyamakan bagaimana orang lain bersikap hanya agar orang melihat aku ada dan menjadi bagian. Tapi rasanya capek berpura-pura, yang pada akhirnya menarikku dari peredaran.

Terkadang aku menjaga sikap hanya agar orang dapat merasa nyaman berada di sekitar. Tapi...sudahlah, marilah memulai hari yang baru. Jangan suka drama, jangan suka terbawa perasaan pada setiap hal kecil, jangan suka menebak nebak apa yang orang lain pikir, jangan suka pedulikan omongan orang.

Akan selalu ada orang yang melihatmu hina dan tak berharga. Just compete to your self, not others. Try to not ruin someone's life. You are what you are, you're living for your self, not them. Stop pretending, stop doing something to make people know you more.

Comments

Popular posts from this blog

nindi onnie, this is kind of little cute things right :">

berawal dari ketidakada kerjaan, senggang sesenggang senggangnya, gambar dan coretan kreatif ini dibuat. dalam sehelai tissue ini, terdapat coretan lugas yang dibuat oleh dua orang gadis polos nan lugu. tersangka utama adalah nindita nilasari dan silvia noordiana (aku). seharusnya kita berdua dengerin LPJ para pengurus harian marching yang emang saat itu lagi diadakan di ruang sidang 3 di gelanggang mahasiswa UGM. entah karena rasa bosan yang sudah amat sangat diiringi dengan rasa kelaparan yang tinggi akhirnya sehelai tissue kreatif ini berhasil dibuat. seru kan, obrolan kita ga penting sebenernya di sini, cuma sebuah coretan untuk membunuh waktu ahah yuk nindi onnie kapan lagi kita corat coreet :3 oh sebelumnya, jigeumeun non yoja ireumen, nindita onnie imnida :) nama panjangnya nindita nilasari, sekarang ini lagi kuliah di UGM jurusan bahasa korea. karena aku juga suka korea banget bahkan super maksi sukanya jadilah kita berbahasa koreaan :3 selain itu nih yaaaa mau ...

Jalan Masa Depan

Tetiba kepikiran sama pekerjaan yang sekarang. Suka banget sama kantornya kenapa? Karena kerjaannya bukan? Atau sama orang orangnya? Atau karena peraturannya? Selama ini suka banget sama orang orangnya. Rasanya bukan kayak berangkat kantor tapi berangkat main. Kalo misalkan mereka ngga ada dan tergantikan gimana? Aku ngga siap kayaknya :') Satu udah pergi, satu lagi juga mau pergi. Yang satunya belum tentu bakal ada disitu terus. Rasanya pengen bilang kalo udah disini aja ngga usah kemana mana. Tapi masa depan kan di tangan masing masing, ngga bisa ngikutin, ngga bisa dipaksain. Pada akhirnya semua akan ada di jalan pilihannya sendiri. Manusia memang makhluk sosial, tapi juga bukan tempat untuk bergantung. Harus belajar ikhlas. People change anytime. Dijaga aja kenangannya biar ngga pudar :')

Looking for a friend

What do you see from your parents? I just see religion, less love and affection. The way you communicate is important, how you can feel alive and be the person loved at home. The things I know is, I don't want to raise my children like my parents raised me. That's not good and not appropriate. Yes, I'm aware of the religion but I didn't get any value and advice. Mostly are unreasonable explanation and I can't get any good discussion. Either way I got high voice upon me or they didn't hear any words came through my mouth. I'm an adult already, need a discussion in both way not just 'Hey, we're your parents. You can't say anything againts us, it's not allowed in our religion'.