Skip to main content

Pengasingan Diri

Teruntuk diriku yang sedang gundah.

Dalam doaku selalu aku mengulang kata bahwa kompetisi dimulai dari diri sendiri, bukan dengan orang lain. Berusaha berjuang untuk menantang diri sendiri, seberapa keras batas limit yang ada. Dan Tuhan, jangan jadikan aku orang yang mudah dengki dan selalu berkaca pada orang lain. Jadikan aku orang yang penuh dengan rasa syukur dan baik prasangka. Jadikan aku orang yang mandiri, bukan seorang pengemis perhatian orang lain.

Terkadang aku mempercantik diri sendiri hanya agar orang melihat bagaimana aku terlihat secara fisik. Tapi yang datang sekumpulan lalat yang bahkan tak tau malu, jauh dari kata busuk.

Terkadang aku berusaha menyamakan bagaimana orang lain bersikap hanya agar orang melihat aku ada dan menjadi bagian. Tapi rasanya capek berpura-pura, yang pada akhirnya menarikku dari peredaran.

Terkadang aku menjaga sikap hanya agar orang dapat merasa nyaman berada di sekitar. Tapi...sudahlah, marilah memulai hari yang baru. Jangan suka drama, jangan suka terbawa perasaan pada setiap hal kecil, jangan suka menebak nebak apa yang orang lain pikir, jangan suka pedulikan omongan orang.

Akan selalu ada orang yang melihatmu hina dan tak berharga. Just compete to your self, not others. Try to not ruin someone's life. You are what you are, you're living for your self, not them. Stop pretending, stop doing something to make people know you more.

Comments

Popular posts from this blog

Kematangan

Saya selalu suka membaca tulisan Uni Hesty di instagram. Seseorang yang sedang berusaha menyelesaikan study phd nya di negeri kangguru. Saya tidak kenal dia, saya hanya mampir ke profilenya setelah mendapatkan info dari Amrazing. Tulisannya manis, bisa bikin senyum sendiri sepanjang hari. Satu hal yang saya salut, dia menikmati semua waktunya yang tidak pasti bersama dengam orang yang dia sukai. Dia mengutarakannya dan tetap berada di sisinya meskipun orang yang dia sukai memberikan warna abu abu. Bukankah itu berat? Seperti tau dengan adanya penolakan tapi tidak dibarengi dengan pengusiran. Masih menjadi teman diskusi, bercanda dan melewati hari. Saya selalu terharu membaca setiap tulisannya. Sudah bukan roman picisan ala jaman anak SMA. Dia sudah matang secara perasaan. Send all warm regards to you mba, tetap bahagia ya :')

dresses

desain baju awal *source: om google* hasil masukkin kain ke tukang jait yah beda tipis. tipis beda. beda renda. beda saku. beda bahan. beda total -___- fyi gara gara bikin ini baju, 4 taun lalu gue ga dapet baju lebaran. uang kain sama uang jahit bahkan lebih mahal jaaaauh dibanding jatah duit lebaran yang mau dikasih ibu. dan asal lo tau sampe sekarang baju ini cuma kepake sekali doang. sekali selama 4 tahun. what the heck are you doing cil hah sok gaya mau ikutan cosplay nyatanya gapernah sekalipun -.- yah apa mau dikata, that's so me. suka membuat hal baru bahkan yang useless sekalipun.

Jalan Masa Depan

Tetiba kepikiran sama pekerjaan yang sekarang. Suka banget sama kantornya kenapa? Karena kerjaannya bukan? Atau sama orang orangnya? Atau karena peraturannya? Selama ini suka banget sama orang orangnya. Rasanya bukan kayak berangkat kantor tapi berangkat main. Kalo misalkan mereka ngga ada dan tergantikan gimana? Aku ngga siap kayaknya :') Satu udah pergi, satu lagi juga mau pergi. Yang satunya belum tentu bakal ada disitu terus. Rasanya pengen bilang kalo udah disini aja ngga usah kemana mana. Tapi masa depan kan di tangan masing masing, ngga bisa ngikutin, ngga bisa dipaksain. Pada akhirnya semua akan ada di jalan pilihannya sendiri. Manusia memang makhluk sosial, tapi juga bukan tempat untuk bergantung. Harus belajar ikhlas. People change anytime. Dijaga aja kenangannya biar ngga pudar :')