Skip to main content

Baju tertutup di mata lelaki



Siang tadi dengan tiba-tibanya si bos duduk di meja temen kerjaku yang masuk siang. Dan dengan tiba-tibanya obrolan kerjaan beralih ke busana tertutup bagi perempuan, karena memang sebelumnya lagi ngomongin si gusti yang mau business trip (lagi) ke timur tengah.

Biasanya kalo lagi berdialog tentang hijab dan baju muslimah, para lelaki yang aku kenal akan memilih wanita yang tertutup hijab untuk dijadikan seorang istri di masa depan, walau tidak menampik kemungkinan bahwa mereka juga masih suka dengan perempuan berbaju mini dan menonjolkan lekuk tubuh. Tapi mendengar jawaban yang keluar dari mulut si bos membuatku kehilangan kata.

“Buat apa cari yang tertutup kalau ada akhirnya nanti juga dibuka juga kan”

Whoa! Baru ini denger jawaban kayak diatas, dan fyi, bos ku seorang lelaki muslim, walaupun separo lebih lingkungan di kantorku merupakan orang non-muslim.

Jadi, apa si bos mulai terpengaruh dengan arus globalisasi dan norma kebaratan?

Tapi jawaban diatas mulai bikin aku mikir. Karena akhir-akhir ini rasanya aku gatel pengen cepet berhijab seutuhnya, daaan....ngga lepas copot.

Menurutku menutupi aurat selain sebagai kewajiban seorang muslimah, juga sebenernya memberikan spesialisasi kepada calon suami kelak. Cantik dan terbuka cukup di depan suami, bukan dengan semua orang. Yang nikahin kamu suamimu kok bukan semua orang.

Pffttt tapi bisa ngomong kayak di atas nih akunya sendiri belum berhijab.


Doakan ya sodara-sodara agar saya bisa cepat semantapnya menutup aurat dengan hijab dan baju muslimah yang syar’i J

Comments

Post a Comment

Popular posts from this blog

nindi onnie, this is kind of little cute things right :">

berawal dari ketidakada kerjaan, senggang sesenggang senggangnya, gambar dan coretan kreatif ini dibuat. dalam sehelai tissue ini, terdapat coretan lugas yang dibuat oleh dua orang gadis polos nan lugu. tersangka utama adalah nindita nilasari dan silvia noordiana (aku). seharusnya kita berdua dengerin LPJ para pengurus harian marching yang emang saat itu lagi diadakan di ruang sidang 3 di gelanggang mahasiswa UGM. entah karena rasa bosan yang sudah amat sangat diiringi dengan rasa kelaparan yang tinggi akhirnya sehelai tissue kreatif ini berhasil dibuat. seru kan, obrolan kita ga penting sebenernya di sini, cuma sebuah coretan untuk membunuh waktu ahah yuk nindi onnie kapan lagi kita corat coreet :3 oh sebelumnya, jigeumeun non yoja ireumen, nindita onnie imnida :) nama panjangnya nindita nilasari, sekarang ini lagi kuliah di UGM jurusan bahasa korea. karena aku juga suka korea banget bahkan super maksi sukanya jadilah kita berbahasa koreaan :3 selain itu nih yaaaa mau ...

Jalan Masa Depan

Tetiba kepikiran sama pekerjaan yang sekarang. Suka banget sama kantornya kenapa? Karena kerjaannya bukan? Atau sama orang orangnya? Atau karena peraturannya? Selama ini suka banget sama orang orangnya. Rasanya bukan kayak berangkat kantor tapi berangkat main. Kalo misalkan mereka ngga ada dan tergantikan gimana? Aku ngga siap kayaknya :') Satu udah pergi, satu lagi juga mau pergi. Yang satunya belum tentu bakal ada disitu terus. Rasanya pengen bilang kalo udah disini aja ngga usah kemana mana. Tapi masa depan kan di tangan masing masing, ngga bisa ngikutin, ngga bisa dipaksain. Pada akhirnya semua akan ada di jalan pilihannya sendiri. Manusia memang makhluk sosial, tapi juga bukan tempat untuk bergantung. Harus belajar ikhlas. People change anytime. Dijaga aja kenangannya biar ngga pudar :')

Looking for a friend

What do you see from your parents? I just see religion, less love and affection. The way you communicate is important, how you can feel alive and be the person loved at home. The things I know is, I don't want to raise my children like my parents raised me. That's not good and not appropriate. Yes, I'm aware of the religion but I didn't get any value and advice. Mostly are unreasonable explanation and I can't get any good discussion. Either way I got high voice upon me or they didn't hear any words came through my mouth. I'm an adult already, need a discussion in both way not just 'Hey, we're your parents. You can't say anything againts us, it's not allowed in our religion'.