Skip to main content

Kecanduan




Alexandra Beno Wicaksono!
Lol, can't believe that I addicted to this romance later.

Jenuh sama Tere Liye, aku banting setir ke Ika Natassa. Agak capek ngikutin kebijakan kebijakan yang ditulis sama bang Tere 😂

Dulu malesnya baca novel, soalnya ceritanya kebanyakan cheesy dan agak....drama. Makin nambah umur jadi suka ngebandingin, kalo di dunia nyata over lebay sikapnya kayak di novel sih.

Dan awalnya pengen baca si mba Ika nih dari Critical Eleven dulu, secara tiap ke toko buku pasti ada di depan novelnya. Tapi kok pupus harapan pas liat rating di good reads. Bagus sih, cuma ada satu komen yang bikin mikir makin realistis. Riset tentang anak yang meninggal habis dilahirkan dan kondisi fisik ibu dengan asi yang masih keluar sama sakitnya habis proses melahirkan itu terlupakan. Kondisi psikis keduanya lebih dominan dibanding rasa sakit fisik si ibu. Kalo diliat dari komen ini rasanya kok hmm iya juga ya. Tapi ya ngga tau pastinya, wong aku belom baca sih. Tapi tapi kalo dari komennya jadi mikir tuh kan emang over drama.

Pas di toko buku langsung aja tertarik liat covernya. Jadi beli dan baca. Di Twivortiare ini sebenernya ada juga bagian bagian yang bikin mengernyitkan dahi.

  1. Gaya penulisan lewat twitter, yang dibaca dan difollow banyak orang. Lebih mirip kayak diary Alexandra, curhat ke banyak orang termasuk dalam masalah pribadi (a-whole-thing-of-sex-conversation).
  2. Banyak masalah yang sebenernya sepele tapi digedein dan dibikin drama. It's kind of hhh both of you already in mature relationship, don't you?
  3. Ngomongin orang dan nyebut pake nama di twitter. Ngga takut kalo itu orang yang diomongin baca twitternya?


Tapi selain dari keanehan diatas, ada beberapa hal yang harus aku akui bikin klepek klepek, sebagai wanita sih.

  1. Gayanya si Beno Wicaksono yang emang hiiiih sweet gimana gitu. Not too romantic but enough to make women fall in love with him in every second.
  2. Suka bandingin ama si pacar, harimurti. Mirip banget 11-12 ama beno HAHAHAHA!
  3. Ada beberapa situasi yang kayak baca perasaan aku waktu ada di situasi yang sama. Rasanya kayak ada orang yang terjemahin feel aku gimana, dan aku baca buat koreksi bener ngga ya. Lol mulai ngaco.


Look forward to read another Ika Natassa, especially Alex Beno sih.

Udah pinjem bukunya dari Mba Endry, will talk to you later abis baca bukunya gimana 🙌🙌




Comments

Popular posts from this blog

nindi onnie, this is kind of little cute things right :">

berawal dari ketidakada kerjaan, senggang sesenggang senggangnya, gambar dan coretan kreatif ini dibuat. dalam sehelai tissue ini, terdapat coretan lugas yang dibuat oleh dua orang gadis polos nan lugu. tersangka utama adalah nindita nilasari dan silvia noordiana (aku). seharusnya kita berdua dengerin LPJ para pengurus harian marching yang emang saat itu lagi diadakan di ruang sidang 3 di gelanggang mahasiswa UGM. entah karena rasa bosan yang sudah amat sangat diiringi dengan rasa kelaparan yang tinggi akhirnya sehelai tissue kreatif ini berhasil dibuat. seru kan, obrolan kita ga penting sebenernya di sini, cuma sebuah coretan untuk membunuh waktu ahah yuk nindi onnie kapan lagi kita corat coreet :3 oh sebelumnya, jigeumeun non yoja ireumen, nindita onnie imnida :) nama panjangnya nindita nilasari, sekarang ini lagi kuliah di UGM jurusan bahasa korea. karena aku juga suka korea banget bahkan super maksi sukanya jadilah kita berbahasa koreaan :3 selain itu nih yaaaa mau ...

Jalan Masa Depan

Tetiba kepikiran sama pekerjaan yang sekarang. Suka banget sama kantornya kenapa? Karena kerjaannya bukan? Atau sama orang orangnya? Atau karena peraturannya? Selama ini suka banget sama orang orangnya. Rasanya bukan kayak berangkat kantor tapi berangkat main. Kalo misalkan mereka ngga ada dan tergantikan gimana? Aku ngga siap kayaknya :') Satu udah pergi, satu lagi juga mau pergi. Yang satunya belum tentu bakal ada disitu terus. Rasanya pengen bilang kalo udah disini aja ngga usah kemana mana. Tapi masa depan kan di tangan masing masing, ngga bisa ngikutin, ngga bisa dipaksain. Pada akhirnya semua akan ada di jalan pilihannya sendiri. Manusia memang makhluk sosial, tapi juga bukan tempat untuk bergantung. Harus belajar ikhlas. People change anytime. Dijaga aja kenangannya biar ngga pudar :')

Looking for a friend

What do you see from your parents? I just see religion, less love and affection. The way you communicate is important, how you can feel alive and be the person loved at home. The things I know is, I don't want to raise my children like my parents raised me. That's not good and not appropriate. Yes, I'm aware of the religion but I didn't get any value and advice. Mostly are unreasonable explanation and I can't get any good discussion. Either way I got high voice upon me or they didn't hear any words came through my mouth. I'm an adult already, need a discussion in both way not just 'Hey, we're your parents. You can't say anything againts us, it's not allowed in our religion'.