Skip to main content

get off

entah mengapa dari yang awalnya hanya direkomendasikan oleh seseorang untuk menjadi kandidat FC (Field Commander) di MBUGM, berdebat dengan ibu boleh atau tidaknya, agak tertarik pingin (urusan kostum yg dipakai lebih tepatnya), ikut pembekalan, hingga masa masa akhir penjurian akan diadakan, keinginan kuat itu pupus. memudar. sama pudarnya dengan konsistensi keberadaanku di lapangan. sebagai player color guard.

lagi pula aku tau pasti bukan aku yang akan menjadi FC 2, dari segi musik jelas sudah pengetahuanku tentang musik hanya sebatas biji jagung. segi kepemimpinan jelas sekali out of reach. pembawaanku yang sama sekali tidak menyukai suatu hal yang terlalu serius dan terlebih kebiasaanku untuk tersenyum bahkan tertawa. jelas bukan calon pemimpin yang baik bagi sebuah unit besar. terlebih segi suara. gagal.

jangankan berdiri di atas lustrum dipandang puluhan pasang mata player di lapangan, jadi tim teknis latsar juga merupakan suatu tantangan besar buatku. memimpin dalam section masih oke. senyum sana senyum sini sesukaku sama sekali bukan masalah. tapi begitu masuk drill agaknya semua senyum di bibir harus dihapuskan. itu yang menjadikan masalah.

so, apakah sebaiknya aku bawa pergi kaki ini dari sini?
tidak untuk FC dan tidak untuk player. begitukah?

Comments

Popular posts from this blog

:--------3

gery maulana <3

dresses

desain baju awal *source: om google* hasil masukkin kain ke tukang jait yah beda tipis. tipis beda. beda renda. beda saku. beda bahan. beda total -___- fyi gara gara bikin ini baju, 4 taun lalu gue ga dapet baju lebaran. uang kain sama uang jahit bahkan lebih mahal jaaaauh dibanding jatah duit lebaran yang mau dikasih ibu. dan asal lo tau sampe sekarang baju ini cuma kepake sekali doang. sekali selama 4 tahun. what the heck are you doing cil hah sok gaya mau ikutan cosplay nyatanya gapernah sekalipun -.- yah apa mau dikata, that's so me. suka membuat hal baru bahkan yang useless sekalipun.

pembiasaan kecil

tadi pagi. sekitar jam 8 pagi. dengan badan yang masih mager di atas kasur, selimut masih terpapar di atas badan, mata masih merem melek, dan bantal yang masih jelas ada di atas kepala. pertanyaan itu datang dengan tiba tiba. keluar dengan raut muka polos dan (agaknya) sedikit khawatir. 'mba bapak sakit ya? dari kemarin ko di rumah terus kayanya' ucap mba sari, orang yang bantuin bersih bersih rumah, mencuci, menyetrika hingga memasak. mba sari berbisik untuk mengatakannya takut ucapannya mengganggu ketenangan rumah. dengan raut muka yang masih merem melek aku seolah enggan menanggapinya. bukan karena malas tetapi lebih pada kenyataan yang seketika itu juga menamparku. dengan keras. 'hah ega ko mba ga sakit apa apa' ujarku sambil tersenyum. entah mengapa hanya kalimat itu yang keluar dari mulutku. bukan, bukan karena memang ada suatu penyakit. hanya saja aku baru saja tersadar. mulai memasuki februari 2012 ini bapak sudah mulai pensiun. yang berarti pemasukan ...