Skip to main content

menata diri

selamat malam
masih perlukah aku menyapamu? kupikir tidak.
bukankah kau anggap aku ini hanya angin lalu? mungkin angin masih terasa saat matahari sedang terik. lantas, mungkin aku ini serpihan debu. mengganggu. bukannya begitu?

masih perlukah aku menganggap kalian orang terdekatku, saat ini? mungkin aku harus memutar otak kembali, bagaimana caramu berucap, bagaimana caramu bersikap, atau bagaimana caraku memulai?
mungkin sikapku terlalu kekanakan, mungkin pikiranku terlalu pendek, mungkin caraku bersikap sama sekali berbeda dari orang kebanyakan, atau mungkin cara pandang kalian yang menyempitkan diri?

mungkin memang aku tidak sesempurna kalian. bukankah aku sudah ragu sejak awal, tak ada pegangan. bahkan ketika semuanya sudah melebur menjadi satu, layaknya sebuah keluarga. keluarga singkat selama 2 bulan. masih pantaskah?

atau, mungkin, hanya hati kecilku yang berkata demikian, hanya aku yang merasa kehilangan. toh jika kau kehilangan bukan aku yang akan kau kenang. jadi untuk siapa seharusnya aku menangis? masih perlukah?

siang ini aku merasa terjatuh, tersadar dari lamunan semu. sakit, dan keras.
rasanya seperti ditolak, bahkan lebih parah dari ditolak cinta. mungkin memang bukan sebuah keluarga, hanya teman hidup tidak permanen. layaknya penghuni rumah kontrakan, silih berganti. tak ada bekas kenangan, tak ada bekas tertinggal.

mungkin sedari awal, memang tidak seharusnya aku menjalani keluarga singkat ini dengan sepenuh hati. selamat tinggal :')

PS: baru aku mengerti tentang individualis, berjalan masing-masing. rupanya sama dengan yang aku rasa. hanya mungkin aku tidak begitu peka. pernah, suatu kali. bukan. sering kali malah, aku merasa iri dengan keluarga di atas sana. sangat hangat, penuh haru juga kasih. meskipun kehidupan mereka lebih keras. tapi hati mereka satu, penuh kelakar tawa hangat. terkadang keinginan untuk mendapatkan pendar cahaya itu begitu kuat, bukan hanya tentang kewajiban tapi juga kesenangan. di waktu yang tinggal menghitung hari ini, masih bolehkah?

Comments

Popular posts from this blog

:--------3

gery maulana <3

dresses

desain baju awal *source: om google* hasil masukkin kain ke tukang jait yah beda tipis. tipis beda. beda renda. beda saku. beda bahan. beda total -___- fyi gara gara bikin ini baju, 4 taun lalu gue ga dapet baju lebaran. uang kain sama uang jahit bahkan lebih mahal jaaaauh dibanding jatah duit lebaran yang mau dikasih ibu. dan asal lo tau sampe sekarang baju ini cuma kepake sekali doang. sekali selama 4 tahun. what the heck are you doing cil hah sok gaya mau ikutan cosplay nyatanya gapernah sekalipun -.- yah apa mau dikata, that's so me. suka membuat hal baru bahkan yang useless sekalipun.

pembiasaan kecil

tadi pagi. sekitar jam 8 pagi. dengan badan yang masih mager di atas kasur, selimut masih terpapar di atas badan, mata masih merem melek, dan bantal yang masih jelas ada di atas kepala. pertanyaan itu datang dengan tiba tiba. keluar dengan raut muka polos dan (agaknya) sedikit khawatir. 'mba bapak sakit ya? dari kemarin ko di rumah terus kayanya' ucap mba sari, orang yang bantuin bersih bersih rumah, mencuci, menyetrika hingga memasak. mba sari berbisik untuk mengatakannya takut ucapannya mengganggu ketenangan rumah. dengan raut muka yang masih merem melek aku seolah enggan menanggapinya. bukan karena malas tetapi lebih pada kenyataan yang seketika itu juga menamparku. dengan keras. 'hah ega ko mba ga sakit apa apa' ujarku sambil tersenyum. entah mengapa hanya kalimat itu yang keluar dari mulutku. bukan, bukan karena memang ada suatu penyakit. hanya saja aku baru saja tersadar. mulai memasuki februari 2012 ini bapak sudah mulai pensiun. yang berarti pemasukan ...