Langit sore ini seperti biasanya, mendung berawan. Jingganya
mentari tertutup awan kelabu.
Tapi aku suka, aku suka lukisan apapun yang langit buat. Aku
suka semburat jingga diantara gelapnya langit. Aku suka hangatnya mentari sore,
hangatnya menenangkan. Bukan panas menyengat seperti meleleh di ubun ubun.
Hari ini aku bisa melihat langit sore dari tempat aku
menulis, sayangnya langit sedang dalam suasana buruk. Bad mood kalo kata
orang-orang. Tapi aku suka, aku suka melihat kendaraan yang berlalu lalang dan
ketika aku menengok ke belakang tampak terlihat suasana rumah yang nyaman tapi sunyi.
Pemandangan vertical horizontal.
Memangnya aku ada dimana? Aku tidak sedang berada di rumah. Saat
ini aku sedang diculik sahabatku untuk menemaninya belajar. Sungguh aneh saat
belajar tidak lagi dilakukan di rumah. Mungkin aku akan seperti orang
kebanyakan, belajar ditemani secangkir coklat hangat dan musik klasik. Tapi
disini bukan musik klasik yang kudengar, hanya suara tv yang disetel kerasnya
bukan main. Di depanku hanya ada muka tertunduk dengan mata menatap layar kaca.
Temanku sedang belajar.
Aku suka suasana baru, tidak melulu melihat dinding belang
tosca dan pink. Aku suka saat mentari menjadi jingga dan tenggelam bersama gelapnya
langit malam.
Selamat sore, dari tempat sinar mentari dapat terlukis dengat
semburat jingganya.
Café 68
Yogyakarta, 7 Januari
2013
Comments
Post a Comment