Skip to main content

Jogja Punya Gawe


Sebagai orang Jogja asli, yang dari buka mata pertama kali di kota teromantis ini pasti tau dong. Dari dulu Jogja ngga pernah sepi dari pawai budaya kirab. Ada aja tiap bulannya kirab budaya, ada aja tiap bulannya ada acara seni bertebaran. Flash back ingatan ke jaman masa kecil dulu, di mana ulang taun Jogja disambut dengan sangat meriah oleh semua penghuni sudut Jogja. Gegap gempita membahana. Sampai pinggiran jalan dan sudut jalan malioboro hingga pojok pasar bringharjo sudah terlalu pengap untuk bernafas. Semua datang dengan gembira menyambut pesona budaya yang akan disuguhkan bagi rakyat Jogja. Jogja itu kota istimewa, pesonanya begitu kuat hingga berakar dalam ingatan siapapun yang pernah merasakan pahit getirnya hidup di kota berbudaya ini.

Tapi kian lama, pesona asli Jogja semakin memudar. Hanya berdasar pada riuhnya animo masyarakat untuk ikut andil dalam perkembangan acara acara masa kini. Ikut berlarian kesana kemari, mengikuti alur social media. Ikut merasakan tapi hanya lalu lalang, bukannya berhenti sejenak untuk menikmati makna. Rasanya kok sedih.


Guyonan khas Jogja juga punya daya tarik tersendiri. Gojeg kere nama bekennya sih. Aku rindu masa saat sekolah menengah berlangsung, cara bercandanya khas. Suka. Beberapa waktu lalu aku menemukan guyonan yang sama, gojeg kere, di kalangan volunteer. Rasanya seperti nyidam, terobati. Coba saja bandingkan bagaimana gaya anak Jogja bercanda, rasanya menggelitik sekali. Sering kali membuat senyum terkulum tak henti henti. Menurutku Jogja punya caranya tersendiri untuk tetap menghidupkan kesederhanaan dan juga kenyamanan bagi setiap orangnya. Jogja itu istimewa, Jogja itu medhok, dan Jogja itu kota penuh makna budaya.

Comments

Popular posts from this blog

:--------3

gery maulana <3

dresses

desain baju awal *source: om google* hasil masukkin kain ke tukang jait yah beda tipis. tipis beda. beda renda. beda saku. beda bahan. beda total -___- fyi gara gara bikin ini baju, 4 taun lalu gue ga dapet baju lebaran. uang kain sama uang jahit bahkan lebih mahal jaaaauh dibanding jatah duit lebaran yang mau dikasih ibu. dan asal lo tau sampe sekarang baju ini cuma kepake sekali doang. sekali selama 4 tahun. what the heck are you doing cil hah sok gaya mau ikutan cosplay nyatanya gapernah sekalipun -.- yah apa mau dikata, that's so me. suka membuat hal baru bahkan yang useless sekalipun.

pembiasaan kecil

tadi pagi. sekitar jam 8 pagi. dengan badan yang masih mager di atas kasur, selimut masih terpapar di atas badan, mata masih merem melek, dan bantal yang masih jelas ada di atas kepala. pertanyaan itu datang dengan tiba tiba. keluar dengan raut muka polos dan (agaknya) sedikit khawatir. 'mba bapak sakit ya? dari kemarin ko di rumah terus kayanya' ucap mba sari, orang yang bantuin bersih bersih rumah, mencuci, menyetrika hingga memasak. mba sari berbisik untuk mengatakannya takut ucapannya mengganggu ketenangan rumah. dengan raut muka yang masih merem melek aku seolah enggan menanggapinya. bukan karena malas tetapi lebih pada kenyataan yang seketika itu juga menamparku. dengan keras. 'hah ega ko mba ga sakit apa apa' ujarku sambil tersenyum. entah mengapa hanya kalimat itu yang keluar dari mulutku. bukan, bukan karena memang ada suatu penyakit. hanya saja aku baru saja tersadar. mulai memasuki februari 2012 ini bapak sudah mulai pensiun. yang berarti pemasukan ...