Skip to main content

Out of control


Pengakuan dan cara sudut pandang orang.
Dua hal ini sering kali menggoyahkan pendirian seseorang. Padahal jelas, tiap manusia punya jalannya masing-masing. Apa yang menjadi kebiasaan dan tabiat banyak orang yang akan selalu dipandang sebagai hal yang lumrah. Lebih jauhnya lagi berpatokan pada norma dan juga agama.

Kembali pada konteks pola pikir manusia, Pernahkah, dalam suatu waktu kamu berpikir, bahwa satu titik ucapanmu dapat menjatuhkan segala benteng yang telah dia buat sangat kuat. Bagaimana jika keruntuhan yang ada tidak membuatnya bangkit seperti yang orang-orang katakan. Dan bagaimana jika apa yang kamu lakukan sama dengan menginjak harga dirinya sebagai manusia.

Untuk terakhir kalinya, tolong, dia itu bukan kamu, dan kamu bukan juga dia.
Jadi untuk apa berkata "seperti yang seharusnya" ?

Comments

Post a Comment

Popular posts from this blog

:--------3

gery maulana <3

dresses

desain baju awal *source: om google* hasil masukkin kain ke tukang jait yah beda tipis. tipis beda. beda renda. beda saku. beda bahan. beda total -___- fyi gara gara bikin ini baju, 4 taun lalu gue ga dapet baju lebaran. uang kain sama uang jahit bahkan lebih mahal jaaaauh dibanding jatah duit lebaran yang mau dikasih ibu. dan asal lo tau sampe sekarang baju ini cuma kepake sekali doang. sekali selama 4 tahun. what the heck are you doing cil hah sok gaya mau ikutan cosplay nyatanya gapernah sekalipun -.- yah apa mau dikata, that's so me. suka membuat hal baru bahkan yang useless sekalipun.

pembiasaan kecil

tadi pagi. sekitar jam 8 pagi. dengan badan yang masih mager di atas kasur, selimut masih terpapar di atas badan, mata masih merem melek, dan bantal yang masih jelas ada di atas kepala. pertanyaan itu datang dengan tiba tiba. keluar dengan raut muka polos dan (agaknya) sedikit khawatir. 'mba bapak sakit ya? dari kemarin ko di rumah terus kayanya' ucap mba sari, orang yang bantuin bersih bersih rumah, mencuci, menyetrika hingga memasak. mba sari berbisik untuk mengatakannya takut ucapannya mengganggu ketenangan rumah. dengan raut muka yang masih merem melek aku seolah enggan menanggapinya. bukan karena malas tetapi lebih pada kenyataan yang seketika itu juga menamparku. dengan keras. 'hah ega ko mba ga sakit apa apa' ujarku sambil tersenyum. entah mengapa hanya kalimat itu yang keluar dari mulutku. bukan, bukan karena memang ada suatu penyakit. hanya saja aku baru saja tersadar. mulai memasuki februari 2012 ini bapak sudah mulai pensiun. yang berarti pemasukan ...