Skip to main content

Kesempatan besar


Ketika kesempatan besar datang, terbersit rasa gembira bercampur syukur....tapi juga muncul rasa takut meninggalkan zona nyaman.

Terlalu....terlena. Padahal zona nyaman sekarang sangat jauh dari kata nyaman.

Takutnya kalo ternyata kapasitas ku ngga sepadan sama tanggun jawab yang harus diemban. Tapi kalo ngga dicoba mana lah aku bisa tau.

Tapi takut, takut ngga sanggup. Klise banget sih.

Ujungnya pasti mentok di doa. Percaya sama pilihan Allah, dikasih mana yang terbaik. Kalo memang rejeki dan Allah menghendaki ya bisa nyebrang ke ranah sana.

Soalnya Allah tau, kapasitas beban yang bisa aku pikul itu seberapa banyak. Bisa aja di kamu cuma sebesar kerikil tapi di aku bisa segede batu batu di gunung tu, ya kan.

Bismillah.

Comments

Popular posts from this blog

:--------3

gery maulana <3

dresses

desain baju awal *source: om google* hasil masukkin kain ke tukang jait yah beda tipis. tipis beda. beda renda. beda saku. beda bahan. beda total -___- fyi gara gara bikin ini baju, 4 taun lalu gue ga dapet baju lebaran. uang kain sama uang jahit bahkan lebih mahal jaaaauh dibanding jatah duit lebaran yang mau dikasih ibu. dan asal lo tau sampe sekarang baju ini cuma kepake sekali doang. sekali selama 4 tahun. what the heck are you doing cil hah sok gaya mau ikutan cosplay nyatanya gapernah sekalipun -.- yah apa mau dikata, that's so me. suka membuat hal baru bahkan yang useless sekalipun.

pembiasaan kecil

tadi pagi. sekitar jam 8 pagi. dengan badan yang masih mager di atas kasur, selimut masih terpapar di atas badan, mata masih merem melek, dan bantal yang masih jelas ada di atas kepala. pertanyaan itu datang dengan tiba tiba. keluar dengan raut muka polos dan (agaknya) sedikit khawatir. 'mba bapak sakit ya? dari kemarin ko di rumah terus kayanya' ucap mba sari, orang yang bantuin bersih bersih rumah, mencuci, menyetrika hingga memasak. mba sari berbisik untuk mengatakannya takut ucapannya mengganggu ketenangan rumah. dengan raut muka yang masih merem melek aku seolah enggan menanggapinya. bukan karena malas tetapi lebih pada kenyataan yang seketika itu juga menamparku. dengan keras. 'hah ega ko mba ga sakit apa apa' ujarku sambil tersenyum. entah mengapa hanya kalimat itu yang keluar dari mulutku. bukan, bukan karena memang ada suatu penyakit. hanya saja aku baru saja tersadar. mulai memasuki februari 2012 ini bapak sudah mulai pensiun. yang berarti pemasukan ...