Skip to main content

Mimpi buruk manusia


Rasa rasanya mulai kayak perempuan kebanyakan yang jengah tapi peduli sama omongan orang. Yang menurut mereka itu penilaian secara sosial.

Itu...menakutkan.

Karena menjalani rutinitas hidup jadi seperti menjalani ujian. Berharap mendapatkan penilaian positif dari semua orang. But well, you can't please everybody honey. That's so oh...even the harder you try will be the harder you feel that you are so small.

Sejujurnya mereka punya hak untuk mengatakan apapun di depan atau di belakangmu. Dan kamu punya hak untuk tidak terusik dan sama sekali tidak menggubris omongan mereka.

Sering kali seseorang lupa kalau dia hanyalah manusia biasa, makhluk ciptaan Tuhan yang tidak sempurna.

Jadi jangan takut untuk tidak diterima secara sosial di lingkunganmu berada saat ini. Mungkin saja kamu hanya salah alamat, dan singgah untuk sementara.

Comments

Popular posts from this blog

:--------3

gery maulana <3

dresses

desain baju awal *source: om google* hasil masukkin kain ke tukang jait yah beda tipis. tipis beda. beda renda. beda saku. beda bahan. beda total -___- fyi gara gara bikin ini baju, 4 taun lalu gue ga dapet baju lebaran. uang kain sama uang jahit bahkan lebih mahal jaaaauh dibanding jatah duit lebaran yang mau dikasih ibu. dan asal lo tau sampe sekarang baju ini cuma kepake sekali doang. sekali selama 4 tahun. what the heck are you doing cil hah sok gaya mau ikutan cosplay nyatanya gapernah sekalipun -.- yah apa mau dikata, that's so me. suka membuat hal baru bahkan yang useless sekalipun.

pembiasaan kecil

tadi pagi. sekitar jam 8 pagi. dengan badan yang masih mager di atas kasur, selimut masih terpapar di atas badan, mata masih merem melek, dan bantal yang masih jelas ada di atas kepala. pertanyaan itu datang dengan tiba tiba. keluar dengan raut muka polos dan (agaknya) sedikit khawatir. 'mba bapak sakit ya? dari kemarin ko di rumah terus kayanya' ucap mba sari, orang yang bantuin bersih bersih rumah, mencuci, menyetrika hingga memasak. mba sari berbisik untuk mengatakannya takut ucapannya mengganggu ketenangan rumah. dengan raut muka yang masih merem melek aku seolah enggan menanggapinya. bukan karena malas tetapi lebih pada kenyataan yang seketika itu juga menamparku. dengan keras. 'hah ega ko mba ga sakit apa apa' ujarku sambil tersenyum. entah mengapa hanya kalimat itu yang keluar dari mulutku. bukan, bukan karena memang ada suatu penyakit. hanya saja aku baru saja tersadar. mulai memasuki februari 2012 ini bapak sudah mulai pensiun. yang berarti pemasukan ...