Skip to main content

Titik Ternyaman


Saya takut dengan perubahan.
Rasanya seperti akan membuyarkan semua yang ada. Ritme kehidupan, sistem komunikasi akan berantakan.

Apa yang kita punya saat ini akan tidak lagi sama. Apa yang saya rasa juga akan berbeda. Karena memang sejatinya manusia tidak ditakdirkan untuk berdiam diri, perubahan merupakan sesuatu yang pasti.

Saya takut meninggalkan zona nyaman. Begitu terlena dengan kesenangan yang ada membuat saya enggan untuk berpikir ke depan. Terkadang membuat saya berpikir, sebenarnya untuk apa saya bekerja. Jika mereka semua pergi satu persatu apa yang akan saya perbuat?

Titik berat saya saat ini hanya ke mereka yang selalu riang tertawa, menjalani hari ke hari seperti layaknya kerja kelompok di waktu kuliah. Sangat nyaman.... Hingga saya jarang berpikir tentang beratnya pekerjaan saya. Tidak akan saya katakan berat jika saya ada dalam bidang ilmu yang sama.

Belum reda rasa menolak perubahan, saya sudah dihadapkan dengan kenyataan yang seolah berkata 'Apakah kamu cukup pantas ada di posisi ini?'. 'Apakah keahlianmu mumpuni?'.

Saya tidak bisa berbangga diri, masih banyak yang harus dipelajari, masih banyak yang harus diasah. Ada banyak jalan untuk dicoba satu persatu, take time, saya tau. Yang jadi masalah adalah bisakah saya memikul tatapan heran dan juga kernyitan dahi 'Kamu kerjaannya ngapain sih sebenarnya?'.

Mungkin itu biasa. Tapi tidak bagi saya.
Saya kesulitan untuk menjawabnya, karena sebenarnya inti dari pekerjaan saya adalah sesuatu yang tidak terlihat. Kepuasaan.

Kalau bisa saya menjawab, 'Saya menjelaskan apa apa yang belum jelas dan juga menerangkan apa apa yang belum terang. Seperti mengurai benang kusut. Hanya saja saya juga tidak sepenuhnya tau caranya. Masih meraba, sedangkan waktu yang diperlukan benang kusut menjadi terurai sangatlah sedikit. Saya berpacu dalam ketidakpastian.'




Comments

Popular posts from this blog

:--------3

gery maulana <3

dresses

desain baju awal *source: om google* hasil masukkin kain ke tukang jait yah beda tipis. tipis beda. beda renda. beda saku. beda bahan. beda total -___- fyi gara gara bikin ini baju, 4 taun lalu gue ga dapet baju lebaran. uang kain sama uang jahit bahkan lebih mahal jaaaauh dibanding jatah duit lebaran yang mau dikasih ibu. dan asal lo tau sampe sekarang baju ini cuma kepake sekali doang. sekali selama 4 tahun. what the heck are you doing cil hah sok gaya mau ikutan cosplay nyatanya gapernah sekalipun -.- yah apa mau dikata, that's so me. suka membuat hal baru bahkan yang useless sekalipun.

pembiasaan kecil

tadi pagi. sekitar jam 8 pagi. dengan badan yang masih mager di atas kasur, selimut masih terpapar di atas badan, mata masih merem melek, dan bantal yang masih jelas ada di atas kepala. pertanyaan itu datang dengan tiba tiba. keluar dengan raut muka polos dan (agaknya) sedikit khawatir. 'mba bapak sakit ya? dari kemarin ko di rumah terus kayanya' ucap mba sari, orang yang bantuin bersih bersih rumah, mencuci, menyetrika hingga memasak. mba sari berbisik untuk mengatakannya takut ucapannya mengganggu ketenangan rumah. dengan raut muka yang masih merem melek aku seolah enggan menanggapinya. bukan karena malas tetapi lebih pada kenyataan yang seketika itu juga menamparku. dengan keras. 'hah ega ko mba ga sakit apa apa' ujarku sambil tersenyum. entah mengapa hanya kalimat itu yang keluar dari mulutku. bukan, bukan karena memang ada suatu penyakit. hanya saja aku baru saja tersadar. mulai memasuki februari 2012 ini bapak sudah mulai pensiun. yang berarti pemasukan ...