Saya takut dengan perubahan.
Rasanya seperti akan membuyarkan semua yang ada. Ritme kehidupan, sistem komunikasi akan berantakan.
Apa yang kita punya saat ini akan tidak lagi sama. Apa yang saya rasa juga akan berbeda. Karena memang sejatinya manusia tidak ditakdirkan untuk berdiam diri, perubahan merupakan sesuatu yang pasti.
Saya takut meninggalkan zona nyaman. Begitu terlena dengan kesenangan yang ada membuat saya enggan untuk berpikir ke depan. Terkadang membuat saya berpikir, sebenarnya untuk apa saya bekerja. Jika mereka semua pergi satu persatu apa yang akan saya perbuat?
Titik berat saya saat ini hanya ke mereka yang selalu riang tertawa, menjalani hari ke hari seperti layaknya kerja kelompok di waktu kuliah. Sangat nyaman.... Hingga saya jarang berpikir tentang beratnya pekerjaan saya. Tidak akan saya katakan berat jika saya ada dalam bidang ilmu yang sama.
Belum reda rasa menolak perubahan, saya sudah dihadapkan dengan kenyataan yang seolah berkata 'Apakah kamu cukup pantas ada di posisi ini?'. 'Apakah keahlianmu mumpuni?'.
Saya tidak bisa berbangga diri, masih banyak yang harus dipelajari, masih banyak yang harus diasah. Ada banyak jalan untuk dicoba satu persatu, take time, saya tau. Yang jadi masalah adalah bisakah saya memikul tatapan heran dan juga kernyitan dahi 'Kamu kerjaannya ngapain sih sebenarnya?'.
Mungkin itu biasa. Tapi tidak bagi saya.
Saya kesulitan untuk menjawabnya, karena sebenarnya inti dari pekerjaan saya adalah sesuatu yang tidak terlihat. Kepuasaan.
Kalau bisa saya menjawab, 'Saya menjelaskan apa apa yang belum jelas dan juga menerangkan apa apa yang belum terang. Seperti mengurai benang kusut. Hanya saja saya juga tidak sepenuhnya tau caranya. Masih meraba, sedangkan waktu yang diperlukan benang kusut menjadi terurai sangatlah sedikit. Saya berpacu dalam ketidakpastian.'

Comments
Post a Comment