Skip to main content

percayalah

waktu kian berputar cepat
roda kehidupan mulai merangkak naik, kian lama kian tinggi, seakan mencoba menggapai puncak tak terbatas
resah. gelisah. gundah tak terkira
takut? tak usah ditanya
rasa itu kian merayap, menetap dan menghantui tiap menit bahkan tiap detik
usaha. doa. kemauan
apakah sudah tak ada yang peduli?
buka mata. buka telinga. buka hati
berikan yang terbaik. sempurna tanpa cela
meskipun terlihat klise tapi percayalah
percaya pada diri sendiri bahwa kita bisa
bisa mengejarnya. bisa meraihnya. bisa mewujudkannya
suatu bentuk dari hasil tetesan keringat, rasa penat serta beban berat
suatu bentuk kepuasan yang tak terkira
suatu bentuk kemenangan semata
percayalah, percaya dengan apa yang kau lakukan
raih puncak tak terbatas itu
dalam tangis haru bukan dalam sedih pilu
dalam jerit rindu dan bukan rasa malu

Comments

Popular posts from this blog

:--------3

gery maulana <3

dresses

desain baju awal *source: om google* hasil masukkin kain ke tukang jait yah beda tipis. tipis beda. beda renda. beda saku. beda bahan. beda total -___- fyi gara gara bikin ini baju, 4 taun lalu gue ga dapet baju lebaran. uang kain sama uang jahit bahkan lebih mahal jaaaauh dibanding jatah duit lebaran yang mau dikasih ibu. dan asal lo tau sampe sekarang baju ini cuma kepake sekali doang. sekali selama 4 tahun. what the heck are you doing cil hah sok gaya mau ikutan cosplay nyatanya gapernah sekalipun -.- yah apa mau dikata, that's so me. suka membuat hal baru bahkan yang useless sekalipun.

pembiasaan kecil

tadi pagi. sekitar jam 8 pagi. dengan badan yang masih mager di atas kasur, selimut masih terpapar di atas badan, mata masih merem melek, dan bantal yang masih jelas ada di atas kepala. pertanyaan itu datang dengan tiba tiba. keluar dengan raut muka polos dan (agaknya) sedikit khawatir. 'mba bapak sakit ya? dari kemarin ko di rumah terus kayanya' ucap mba sari, orang yang bantuin bersih bersih rumah, mencuci, menyetrika hingga memasak. mba sari berbisik untuk mengatakannya takut ucapannya mengganggu ketenangan rumah. dengan raut muka yang masih merem melek aku seolah enggan menanggapinya. bukan karena malas tetapi lebih pada kenyataan yang seketika itu juga menamparku. dengan keras. 'hah ega ko mba ga sakit apa apa' ujarku sambil tersenyum. entah mengapa hanya kalimat itu yang keluar dari mulutku. bukan, bukan karena memang ada suatu penyakit. hanya saja aku baru saja tersadar. mulai memasuki februari 2012 ini bapak sudah mulai pensiun. yang berarti pemasukan ...