bingung, bahkan sekarang mataku berputar dan pikiranku melayang, menerawang tak tentu arah.
bagaimana jika sesuatu di luar batas nalar terjadi di sekitarmu? bagaimana jika fenomena masyarakat yang kau pikir hanya ada dalam kertas bersampul dan berjilid rapi sekarang ada di hadapanmu?
yah meskipun sudah menjadi hal biasa ketika masa sekolahku dulu, tapi sekarang aku sama sekali tak tahu harus berbuat apa. bukan hanya di lingkungan sekitarku tapi persis di hadapanku. bagaimana menyingkapinya?
yang kubisa hanyalah menunduk dalam diam, dengan mata dan telinga yang tertutup. rapat.
bagaimana jika sesuatu di luar batas nalar terjadi di sekitarmu? bagaimana jika fenomena masyarakat yang kau pikir hanya ada dalam kertas bersampul dan berjilid rapi sekarang ada di hadapanmu?
yah meskipun sudah menjadi hal biasa ketika masa sekolahku dulu, tapi sekarang aku sama sekali tak tahu harus berbuat apa. bukan hanya di lingkungan sekitarku tapi persis di hadapanku. bagaimana menyingkapinya?
yang kubisa hanyalah menunduk dalam diam, dengan mata dan telinga yang tertutup. rapat.
Comments
Post a Comment