Skip to main content

Teruntuk Indonesiaku

selamat pagi menjelang siang Indonesiaku.

sengaja aku bubuhkan kata kepemilikan padamu, hanya sebagai suatu pertanda bahwa aku orang Indonesia. banggakah? sudah jelas, betapa bangganya aku dengan tanah negeri ini, dengan penduduknya yang ramah beserta kekayaan alam yang luas tak terbatas.

tapi apakah pernah terpikirkan wajah barumu di masa 50 tahun yang akan datang?
akankah tanah ibu pertiwi ini semakin subur dengan perkembangan pertanian yang semakin maju?
akankah jalanan ibu kota lengang, bersih dari debu, sampah dan genangan air hujan?
atau akankah orang kecil berhenti mengemis di pinggir jalan dan kembali membangun perdagangan?

50 tahun bukanlah waktu yang singkat. untuk sekarang saja kemajuanmu sudah jauh berkembang pesat. 60 tahun lebih berapa tahun? tiga atau empat? ah, sudahlah aku memang bukan warga negara yang baik. berapa banyak umurmu bahkan tepatnya aku lupa. yang jelas sudah separuh abad lebih setelah kebebasanmu.
lihat kan? betapa banyak fisikmu tumbuh dan berkembang, menuju modernisasi. tapi aku ragu, apakah jiwamu masih sama seperti dulu? mungkin jiwamu sudah lapuk dimakan usia, sudah tua, renta. jiwamu layaknya sisa sisa penghabisan zaman. berbekas debu dan bongkahan batu. tidak terlihat lagi pancaran sinar tajam di bola mata. tidak terdengar lagi pekikan kemenangan, anti kekalahan. tidak terlihat dan tidak terdengar. atau kau memang sengaja mengabaikan? sudah lelahkah engkau berjuang? atau justru terlalu gembiranya kah engkau dengan perkembangan fisikmu kini.

harapanku, dan mungkin harapan ratusan juta orang lainnya. aku ingin melihatmu bangkit lagi. aku ingin mengembalikanmu ke masa kejayaanmu, seperti dulu. ketika banyak jalanan dipenuhi pekikak riuh, merdeka! terpancar dari bola mata seluruh penghunimu yang memandang lurus, ke arah kehidupan yang lebih baik, tertata, dan membebaskan dari peluh derita yang membelenggu sepanjang hayat. begitu banyak harapan dan semangat yang berkobar, memperindah fisik serta jiwamu. ibarat kata saat itu kau sedang dalam masa puber, yah masanya anak muda begitu menggelora.

aku yakin kau bisa Indonesiaku,

aku yakin kau tak akan kalah dengan semua teman ataupun sahabatmu di luar sana,

aku yakin kau akan berkembang menjadi penuh makna, baik fisik maupun jiwa,

aku yakin kau akan bisa bersinar, seterang bintang di angkasa luas,

aku yakin kau bisa Indonesiaku.




PS: suatu saat nanti aku ingin kau tahu bahwa semua orang di bumi ini bisa mengenalmu, dan dengan bangga aku katakan, inilah Indonesiaku.

Comments

Popular posts from this blog

:--------3

gery maulana <3

dresses

desain baju awal *source: om google* hasil masukkin kain ke tukang jait yah beda tipis. tipis beda. beda renda. beda saku. beda bahan. beda total -___- fyi gara gara bikin ini baju, 4 taun lalu gue ga dapet baju lebaran. uang kain sama uang jahit bahkan lebih mahal jaaaauh dibanding jatah duit lebaran yang mau dikasih ibu. dan asal lo tau sampe sekarang baju ini cuma kepake sekali doang. sekali selama 4 tahun. what the heck are you doing cil hah sok gaya mau ikutan cosplay nyatanya gapernah sekalipun -.- yah apa mau dikata, that's so me. suka membuat hal baru bahkan yang useless sekalipun.

pembiasaan kecil

tadi pagi. sekitar jam 8 pagi. dengan badan yang masih mager di atas kasur, selimut masih terpapar di atas badan, mata masih merem melek, dan bantal yang masih jelas ada di atas kepala. pertanyaan itu datang dengan tiba tiba. keluar dengan raut muka polos dan (agaknya) sedikit khawatir. 'mba bapak sakit ya? dari kemarin ko di rumah terus kayanya' ucap mba sari, orang yang bantuin bersih bersih rumah, mencuci, menyetrika hingga memasak. mba sari berbisik untuk mengatakannya takut ucapannya mengganggu ketenangan rumah. dengan raut muka yang masih merem melek aku seolah enggan menanggapinya. bukan karena malas tetapi lebih pada kenyataan yang seketika itu juga menamparku. dengan keras. 'hah ega ko mba ga sakit apa apa' ujarku sambil tersenyum. entah mengapa hanya kalimat itu yang keluar dari mulutku. bukan, bukan karena memang ada suatu penyakit. hanya saja aku baru saja tersadar. mulai memasuki februari 2012 ini bapak sudah mulai pensiun. yang berarti pemasukan ...