MenangislahKan kau juga manusia
Tidak kah letih kakimu berlariAda hal yang tak mereka mengertiBeri waktu tuk bersandar sebentarSelama ini kau hebatHanya kau tak didengar
Beberapa waktu yang lalu dengar lagu ini dari reels, dari seorang guru yang memposting muridnya sedang bersedih karena ibunya sudah sakit dalam waktu yang lama. Semua temannya menghibur, mengusap dan bilang ngga papa, menangis aja, semoga ibu segera sembuh. Lalu ibu guru itu bilang, terima kasih sudah bertahan, kamu hebat.
Hanya sebuah kalimat tapi begitu bermakna.
Aku menangis sejadi jadinya.
Membayangkan jadi anak itu saja aku tidak akan sanggup. Bagaimana aku akan bertahan, hari hari pasti akan berbeda, banyak penyesuaian dengan penuh pengorbanan.
Lain waktu aku dengar ini di radio, mungkin memang jiwaku sedang rapuh. Aku kembali menangis berderai air mata. Membayangkan banyak ibu, istri, dan mungkin orang yang sudah bekuat tenaga tapi memang belum terlihat hasilnya. Ingin mengeluh tapi merasa tidak sepantasnya kata aduh terucap.
Mungkin juga lagu ini terngiang di kepala karena sungguh, sekarang motivasi bekerja sama dengan nol. Tapi takut untuk berhenti, memang manusia banyak mau.
Terima kasih, terima kasih untuk kalian semua yang sudah berjuang sekuat tenaga, berusaha sampai titik tertinggi. Ngga papa kalau berjeda sebentar, terdiam dalam hening, menikmati waktu berputar. Ngga perlu terburu buru, yakinkan pasti ada jalan, ada Allah yang akan membimbing.

Comments
Post a Comment