Skip to main content

serpihan perasaan hati

hari ini mendung, semendung hati, perasaan sunyi sepi kalut gundah gulana.

pernahkah kalian berpikir apa sebenarnya perasaan suka itu?
suka terhadap lawan jenis belom tentu disertai perasaan sayang di dalamnya. itu menurutku, entah bagaimana dengan persepsi di luar sana.

bila berbicara mengenai love story, bisa dibilang kisah cintaku tidak begitu berjalan dengan mulus. bahkan cenderung datar. aku pernah menjadi wanita setia, selama tujuh tahun selalu melihat laki laki yang sama. bahkan ketika dirinya sudah memiliki wanita untuk menghiasi hari harinya, tetap saja aku melihatnya dan terus melihatnya. menyedihkan? menurutku tidak, karena aku menyingkapinya dengan santai, bukan menjadikan perasaan ini sebagai beban atau pun suatu ambisi.

putus nyambung pernah kita lalui dengan jarak yang bisa dibilang lumayan lama. tapi semuanya pasti berakhir dengan satu masalah yang sama. entah apakah aku yang kurang intropeksi diri atau kah memang sifat dia seperti itu. aku tak mengerti. dan akhirnya semua berakhir dari mulai akhir tahun kemarin.

menangis, menangis, menangis dan menangis. itu yang kulakukan setiap malam setiap hari setiap menit setiap detik. menjadi manusia tak berguna dan terus terpuruk dalam kesedihan. satu hal yang kupikirkan, apakah bisa bila bukan dengannya. wajar saja selama tujuh tahun ini aku selalu melihatnya, bagaimana bisa bersikap move on semudah itu? semudah membalikkan telapak tangan.

kian lama aku semakin memperbanyak aktivitasku, untuk mengusir kesedihan itu, untuk mencari pelampiasan kegalauan, dan untuk menghapus air mata yang jatuh tak menentu setiap malam. bulan demi bulan berlalu, hampir setahun, dan waktu semakin berputar ke arah masa depan yang lebih baik. aku bisa melupakannya. ya menghilangkan dia sepenuhnya dari pandangan maupun pikiranku.bahagia? ya! sepenuhnya aku merasa lega, dapat menghirup udara segar dan mengucapkan selamat tinggal pada air mata kesedihan.

aku sendiri tak mengerti arti dari perasaanku ini, apakah akibat dari rasa kehilangan sesuatu yang berharga, rasa kagum yang berlebihan atau memang perasaan sayang yang ada.

aku tak mengerti...

yang jelas sekarang aku bisa mengucapkan selamat tinggal. selamat tinggal masa laluku. selamat tinggal masa kegundahan. selamat tinggal air mata. dan selamat datang masa depan cerah luas membentang!

Comments

Popular posts from this blog

Kematangan

Saya selalu suka membaca tulisan Uni Hesty di instagram. Seseorang yang sedang berusaha menyelesaikan study phd nya di negeri kangguru. Saya tidak kenal dia, saya hanya mampir ke profilenya setelah mendapatkan info dari Amrazing. Tulisannya manis, bisa bikin senyum sendiri sepanjang hari. Satu hal yang saya salut, dia menikmati semua waktunya yang tidak pasti bersama dengam orang yang dia sukai. Dia mengutarakannya dan tetap berada di sisinya meskipun orang yang dia sukai memberikan warna abu abu. Bukankah itu berat? Seperti tau dengan adanya penolakan tapi tidak dibarengi dengan pengusiran. Masih menjadi teman diskusi, bercanda dan melewati hari. Saya selalu terharu membaca setiap tulisannya. Sudah bukan roman picisan ala jaman anak SMA. Dia sudah matang secara perasaan. Send all warm regards to you mba, tetap bahagia ya :')

dresses

desain baju awal *source: om google* hasil masukkin kain ke tukang jait yah beda tipis. tipis beda. beda renda. beda saku. beda bahan. beda total -___- fyi gara gara bikin ini baju, 4 taun lalu gue ga dapet baju lebaran. uang kain sama uang jahit bahkan lebih mahal jaaaauh dibanding jatah duit lebaran yang mau dikasih ibu. dan asal lo tau sampe sekarang baju ini cuma kepake sekali doang. sekali selama 4 tahun. what the heck are you doing cil hah sok gaya mau ikutan cosplay nyatanya gapernah sekalipun -.- yah apa mau dikata, that's so me. suka membuat hal baru bahkan yang useless sekalipun.

Jalan Masa Depan

Tetiba kepikiran sama pekerjaan yang sekarang. Suka banget sama kantornya kenapa? Karena kerjaannya bukan? Atau sama orang orangnya? Atau karena peraturannya? Selama ini suka banget sama orang orangnya. Rasanya bukan kayak berangkat kantor tapi berangkat main. Kalo misalkan mereka ngga ada dan tergantikan gimana? Aku ngga siap kayaknya :') Satu udah pergi, satu lagi juga mau pergi. Yang satunya belum tentu bakal ada disitu terus. Rasanya pengen bilang kalo udah disini aja ngga usah kemana mana. Tapi masa depan kan di tangan masing masing, ngga bisa ngikutin, ngga bisa dipaksain. Pada akhirnya semua akan ada di jalan pilihannya sendiri. Manusia memang makhluk sosial, tapi juga bukan tempat untuk bergantung. Harus belajar ikhlas. People change anytime. Dijaga aja kenangannya biar ngga pudar :')