Skip to main content

Anak Bapak


Bapak itu lucu, paling nggak suka nunjukin sikap perhatian ke anaknya. Kalo tersipu sukanya buang muka, padahal di balik itu bapak tersenyum simpul. Kalo ditanya perihal di mana barang barang pasti dijawab ‘ngga tahu’, tapi di tengah kelimpungan cari barang, tiba tiba bapak dateng dengan barang yang dicari. Digeletakin gitu aja tanpa bilang apa apa. Manis banget kan, kayak cowo yang sok cuek-tapi-peduli gitu. Yang kalo dikejar malah makin jauh *whoops*.


Bapak suka ngajakin diskusi politik, secara dari background edukasi bapak memang bidang hukum. Tapi kadang juga aku melongo, nggak ngerti yang diomongin. Ujung ujungnya aku dan bapak berdebat gara-gara kita liat dari kacamata yang berbeda. Tapi dari situ wawasanku bertambah. Bapak mengajarkan hal hal yang tidak dapat dijangkau rasional oleh mata. Bapak mengajarkan tentang kompleksnya kehidupan dalam politik, yang entah kenapa, malah membuatku semakin anti politik. Maafkan anakmu ini ya Pak, aku tau Bapak mau aku masuk ke bidang hukum, tapi aku menolak. Terimakasih juga Bapak sudah memberikan kebebasan ruang dalam menjadi diriku apa adanya, terlepas dari itu semua aku tetap anak Bapak kok. Ya, kan Pak? ;)

#Day11 #SehariMenuliSatu #SwaragamaFM

Comments

Popular posts from this blog

nindi onnie, this is kind of little cute things right :">

berawal dari ketidakada kerjaan, senggang sesenggang senggangnya, gambar dan coretan kreatif ini dibuat. dalam sehelai tissue ini, terdapat coretan lugas yang dibuat oleh dua orang gadis polos nan lugu. tersangka utama adalah nindita nilasari dan silvia noordiana (aku). seharusnya kita berdua dengerin LPJ para pengurus harian marching yang emang saat itu lagi diadakan di ruang sidang 3 di gelanggang mahasiswa UGM. entah karena rasa bosan yang sudah amat sangat diiringi dengan rasa kelaparan yang tinggi akhirnya sehelai tissue kreatif ini berhasil dibuat. seru kan, obrolan kita ga penting sebenernya di sini, cuma sebuah coretan untuk membunuh waktu ahah yuk nindi onnie kapan lagi kita corat coreet :3 oh sebelumnya, jigeumeun non yoja ireumen, nindita onnie imnida :) nama panjangnya nindita nilasari, sekarang ini lagi kuliah di UGM jurusan bahasa korea. karena aku juga suka korea banget bahkan super maksi sukanya jadilah kita berbahasa koreaan :3 selain itu nih yaaaa mau ...

Jalan Masa Depan

Tetiba kepikiran sama pekerjaan yang sekarang. Suka banget sama kantornya kenapa? Karena kerjaannya bukan? Atau sama orang orangnya? Atau karena peraturannya? Selama ini suka banget sama orang orangnya. Rasanya bukan kayak berangkat kantor tapi berangkat main. Kalo misalkan mereka ngga ada dan tergantikan gimana? Aku ngga siap kayaknya :') Satu udah pergi, satu lagi juga mau pergi. Yang satunya belum tentu bakal ada disitu terus. Rasanya pengen bilang kalo udah disini aja ngga usah kemana mana. Tapi masa depan kan di tangan masing masing, ngga bisa ngikutin, ngga bisa dipaksain. Pada akhirnya semua akan ada di jalan pilihannya sendiri. Manusia memang makhluk sosial, tapi juga bukan tempat untuk bergantung. Harus belajar ikhlas. People change anytime. Dijaga aja kenangannya biar ngga pudar :')

Looking for a friend

What do you see from your parents? I just see religion, less love and affection. The way you communicate is important, how you can feel alive and be the person loved at home. The things I know is, I don't want to raise my children like my parents raised me. That's not good and not appropriate. Yes, I'm aware of the religion but I didn't get any value and advice. Mostly are unreasonable explanation and I can't get any good discussion. Either way I got high voice upon me or they didn't hear any words came through my mouth. I'm an adult already, need a discussion in both way not just 'Hey, we're your parents. You can't say anything againts us, it's not allowed in our religion'.