Skip to main content

Temukan aku!


Kamu tahu rasanya bersembunyi dalam gelak tawa palsu? Kamu tahu rasanya berkubang dalam keramaian yang bahkan jauh dari keseharian? Dan apakah kamu tahu, apakah sahabatmu benar benar tulus dengan semua ceritanya? Terkadang, rasa ingin diterima orang lain itu begitu besar. Hingga mendesak sisi diri kita sendiri untuk bersembunyi menjauh. Terdesak hingga ujung kata yang terbilang "biasanya" dan "harusnya". Hingga menciptakan tabiat palsu, demi sebuah eksistensi.

Bukan menjadi apa yang orang lain mau untuk menjadi diterima sekitar, tapi lebih pada menjadi diri kita sendiri tanpa paksaan. Bukan menyembunyikan sisi diri kita yang lain dari kebanyakan orang, bukan. Yang perlu kita temukan adalah orang yang benar benar menerima kita apa adanya, dari segala sisi, dan segala rupa. Bukankah sahabat terbaik itu seperti bermain petak umpet? Menyembunyikan segala buruk rupa dan menemukan kelebihan kita. Jadi, apakah kamu yang sedang bermain petak umpet bersamaku?


Source: Google

#Day3 #SehariMenuliSatu #SwaragamaFM

Comments

Popular posts from this blog

Kematangan

Saya selalu suka membaca tulisan Uni Hesty di instagram. Seseorang yang sedang berusaha menyelesaikan study phd nya di negeri kangguru. Saya tidak kenal dia, saya hanya mampir ke profilenya setelah mendapatkan info dari Amrazing. Tulisannya manis, bisa bikin senyum sendiri sepanjang hari. Satu hal yang saya salut, dia menikmati semua waktunya yang tidak pasti bersama dengam orang yang dia sukai. Dia mengutarakannya dan tetap berada di sisinya meskipun orang yang dia sukai memberikan warna abu abu. Bukankah itu berat? Seperti tau dengan adanya penolakan tapi tidak dibarengi dengan pengusiran. Masih menjadi teman diskusi, bercanda dan melewati hari. Saya selalu terharu membaca setiap tulisannya. Sudah bukan roman picisan ala jaman anak SMA. Dia sudah matang secara perasaan. Send all warm regards to you mba, tetap bahagia ya :')

dresses

desain baju awal *source: om google* hasil masukkin kain ke tukang jait yah beda tipis. tipis beda. beda renda. beda saku. beda bahan. beda total -___- fyi gara gara bikin ini baju, 4 taun lalu gue ga dapet baju lebaran. uang kain sama uang jahit bahkan lebih mahal jaaaauh dibanding jatah duit lebaran yang mau dikasih ibu. dan asal lo tau sampe sekarang baju ini cuma kepake sekali doang. sekali selama 4 tahun. what the heck are you doing cil hah sok gaya mau ikutan cosplay nyatanya gapernah sekalipun -.- yah apa mau dikata, that's so me. suka membuat hal baru bahkan yang useless sekalipun.

Jalan Masa Depan

Tetiba kepikiran sama pekerjaan yang sekarang. Suka banget sama kantornya kenapa? Karena kerjaannya bukan? Atau sama orang orangnya? Atau karena peraturannya? Selama ini suka banget sama orang orangnya. Rasanya bukan kayak berangkat kantor tapi berangkat main. Kalo misalkan mereka ngga ada dan tergantikan gimana? Aku ngga siap kayaknya :') Satu udah pergi, satu lagi juga mau pergi. Yang satunya belum tentu bakal ada disitu terus. Rasanya pengen bilang kalo udah disini aja ngga usah kemana mana. Tapi masa depan kan di tangan masing masing, ngga bisa ngikutin, ngga bisa dipaksain. Pada akhirnya semua akan ada di jalan pilihannya sendiri. Manusia memang makhluk sosial, tapi juga bukan tempat untuk bergantung. Harus belajar ikhlas. People change anytime. Dijaga aja kenangannya biar ngga pudar :')