Skip to main content

Kupu-kupu


Metamorfosis itu seperti perjalanan hidup. Kalau bisa aku bilang, bukan melulu soal tampilan fisik ataupun rupa seseorang. Coba tengok kilasan masa lalu saat kita masih bayi, bukankah sama dengan ulat? Berjalan melata dengan ritme ala kadarnya, belajar melakukan sesuatu dengan seksama. Seiring dengan berjalannya waktu, bayi kecil akan memasuki masa sekolah dan hingar bingar kehidupan remaja. Saat itu seperti masa ulat dalam kepompong, membungkus diri dengan segala tetek bengek per-sekolah-an. Hingga pada masanya nanti akan keluar menjadi kupu kupu yang cantik dan siap menghadapi kejamnya dunia. Kupu-kupu yang berbekal pengalaman hidup dari masa menjadi kepompong, dan kupu-kupu yang telah berganti rupa dari sifat kekanakan sang ulat menuju pendewasaan.

Lepas dari masa kepompong, bukan menjadikan kupu-kupu tampil langsung sempurna. Rentangan sayap perlahan dilakukan sebagai bentuk penyesuaian diri, seperti halnya jika memasuki dunia kerja baru, belajar beradaptasi. Patahan sayapnya mengepak pelan, dari rendah hingga ke ketinggian. Begitu pula dengan bayi kecil yang telah beranjak dewasa, belajar meninggalkan zona nyaman menuju kesuksesan. Semuanya berjalan dengan bertahap, dan pada akhirnya nanti kupu-kupu akan berbangga pada masanya. Terbang tinggi ke angkasa dengan semua mata tertuju padanya, dan berkata "Aku ingin menjadi sepertimu".

#Day4 #SehariMenuliSatu #SwaragamaFM

Comments

Popular posts from this blog

nindi onnie, this is kind of little cute things right :">

berawal dari ketidakada kerjaan, senggang sesenggang senggangnya, gambar dan coretan kreatif ini dibuat. dalam sehelai tissue ini, terdapat coretan lugas yang dibuat oleh dua orang gadis polos nan lugu. tersangka utama adalah nindita nilasari dan silvia noordiana (aku). seharusnya kita berdua dengerin LPJ para pengurus harian marching yang emang saat itu lagi diadakan di ruang sidang 3 di gelanggang mahasiswa UGM. entah karena rasa bosan yang sudah amat sangat diiringi dengan rasa kelaparan yang tinggi akhirnya sehelai tissue kreatif ini berhasil dibuat. seru kan, obrolan kita ga penting sebenernya di sini, cuma sebuah coretan untuk membunuh waktu ahah yuk nindi onnie kapan lagi kita corat coreet :3 oh sebelumnya, jigeumeun non yoja ireumen, nindita onnie imnida :) nama panjangnya nindita nilasari, sekarang ini lagi kuliah di UGM jurusan bahasa korea. karena aku juga suka korea banget bahkan super maksi sukanya jadilah kita berbahasa koreaan :3 selain itu nih yaaaa mau ...

Jalan Masa Depan

Tetiba kepikiran sama pekerjaan yang sekarang. Suka banget sama kantornya kenapa? Karena kerjaannya bukan? Atau sama orang orangnya? Atau karena peraturannya? Selama ini suka banget sama orang orangnya. Rasanya bukan kayak berangkat kantor tapi berangkat main. Kalo misalkan mereka ngga ada dan tergantikan gimana? Aku ngga siap kayaknya :') Satu udah pergi, satu lagi juga mau pergi. Yang satunya belum tentu bakal ada disitu terus. Rasanya pengen bilang kalo udah disini aja ngga usah kemana mana. Tapi masa depan kan di tangan masing masing, ngga bisa ngikutin, ngga bisa dipaksain. Pada akhirnya semua akan ada di jalan pilihannya sendiri. Manusia memang makhluk sosial, tapi juga bukan tempat untuk bergantung. Harus belajar ikhlas. People change anytime. Dijaga aja kenangannya biar ngga pudar :')

Looking for a friend

What do you see from your parents? I just see religion, less love and affection. The way you communicate is important, how you can feel alive and be the person loved at home. The things I know is, I don't want to raise my children like my parents raised me. That's not good and not appropriate. Yes, I'm aware of the religion but I didn't get any value and advice. Mostly are unreasonable explanation and I can't get any good discussion. Either way I got high voice upon me or they didn't hear any words came through my mouth. I'm an adult already, need a discussion in both way not just 'Hey, we're your parents. You can't say anything againts us, it's not allowed in our religion'.