Skip to main content

Merakit Hati

Masih ingat kata katamu setahun yang lalu? Katamu senyum aku lucu, menentramkan hati. Aku tau itu cuma gombalan kamu buat deketin aku. Tapi tetep aja rasanya melayang, apalagi saat kamu bilang "Aku rela melakukan apapun demi melihat senyuman itu" ah basi tau, tapi aku suka. Masih ingat setahun yang lalu kamu "culik" aku ke halaman gereja? Katamu biar senyum aku balik lagi. Memang saat itu mukaku sedang ditekuk. Tapi dengan es krim di tangan dan sketsa langit yang dibuat Tuhan, senyumku mengembang.

Bulan ini harusnya senyumku kembali terkembang. Kita wisuda bersama, menuju awal gerbang pendakian bersama. Tapi itu berarti kamu akan pergi dalam waktu singkat. Meninggalkan Jogja. Meninggalkan aku. Kalo pun kita tidak harus sembunyi sembunyi, aku rasa hal ini biasa saja. Senyumku perlahan memudar, digelayuti mendung. Seharusnya bukan begitu, seperti kata "Movember" pada bulan November. Aku harus berpindah, bukan lagi meratap dengan bagaimana hubungan kita, tapi bersiap untuk masa depan yang gemilang. Senyumku akan selalu ada untukmu, saat kau kembali lagi ke Jogja atau saat kita berpapasan di jalan, dengan tangan saling menggenggam ataupun bersanding dengan tangan lain. Selamat bulan november Ade William :)

#Day12 #SwaragamaFM #SehariMenuliSatu

Comments

Popular posts from this blog

Kematangan

Saya selalu suka membaca tulisan Uni Hesty di instagram. Seseorang yang sedang berusaha menyelesaikan study phd nya di negeri kangguru. Saya tidak kenal dia, saya hanya mampir ke profilenya setelah mendapatkan info dari Amrazing. Tulisannya manis, bisa bikin senyum sendiri sepanjang hari. Satu hal yang saya salut, dia menikmati semua waktunya yang tidak pasti bersama dengam orang yang dia sukai. Dia mengutarakannya dan tetap berada di sisinya meskipun orang yang dia sukai memberikan warna abu abu. Bukankah itu berat? Seperti tau dengan adanya penolakan tapi tidak dibarengi dengan pengusiran. Masih menjadi teman diskusi, bercanda dan melewati hari. Saya selalu terharu membaca setiap tulisannya. Sudah bukan roman picisan ala jaman anak SMA. Dia sudah matang secara perasaan. Send all warm regards to you mba, tetap bahagia ya :')

dresses

desain baju awal *source: om google* hasil masukkin kain ke tukang jait yah beda tipis. tipis beda. beda renda. beda saku. beda bahan. beda total -___- fyi gara gara bikin ini baju, 4 taun lalu gue ga dapet baju lebaran. uang kain sama uang jahit bahkan lebih mahal jaaaauh dibanding jatah duit lebaran yang mau dikasih ibu. dan asal lo tau sampe sekarang baju ini cuma kepake sekali doang. sekali selama 4 tahun. what the heck are you doing cil hah sok gaya mau ikutan cosplay nyatanya gapernah sekalipun -.- yah apa mau dikata, that's so me. suka membuat hal baru bahkan yang useless sekalipun.

Jalan Masa Depan

Tetiba kepikiran sama pekerjaan yang sekarang. Suka banget sama kantornya kenapa? Karena kerjaannya bukan? Atau sama orang orangnya? Atau karena peraturannya? Selama ini suka banget sama orang orangnya. Rasanya bukan kayak berangkat kantor tapi berangkat main. Kalo misalkan mereka ngga ada dan tergantikan gimana? Aku ngga siap kayaknya :') Satu udah pergi, satu lagi juga mau pergi. Yang satunya belum tentu bakal ada disitu terus. Rasanya pengen bilang kalo udah disini aja ngga usah kemana mana. Tapi masa depan kan di tangan masing masing, ngga bisa ngikutin, ngga bisa dipaksain. Pada akhirnya semua akan ada di jalan pilihannya sendiri. Manusia memang makhluk sosial, tapi juga bukan tempat untuk bergantung. Harus belajar ikhlas. People change anytime. Dijaga aja kenangannya biar ngga pudar :')