Skip to main content

Pejalan kaki


Laki-laki itu berjalan tertatih, nafasnya memburu tersengal-sengal. Rambutnya panjang terurai menutupi sebagian matanya. Tampak ransel di punggungnya semakin memperlambat langkahnya. Hari itu hujan, petir gemuruh menggelegar. Beban di pundak juga hantaman hujan semakin mencegah kakinya untuk maju. Sol sepatunya semakin menipis, setipis lembaran kertas.  Dan bibirnya tak berhenti berkomat-kamit, sedari tadi hanya memanggil satu nama “Ibu...Ibu...”

Sesampai kakinya di depan rumah dengan cat abu-abu, langkahnya terhenti. Berganti dengan jeritan tangis tertahan tanpa air mata. Laki-laki itu tidak beranjak dari tempatnya berdiri, dengan bergegas orang-orang memeluk juga menuntun langkahnya. Melewati bendera putih yang terpasang di depan rumah dengan cat abu-abu.

Comments

Popular posts from this blog

dresses

desain baju awal *source: om google* hasil masukkin kain ke tukang jait yah beda tipis. tipis beda. beda renda. beda saku. beda bahan. beda total -___- fyi gara gara bikin ini baju, 4 taun lalu gue ga dapet baju lebaran. uang kain sama uang jahit bahkan lebih mahal jaaaauh dibanding jatah duit lebaran yang mau dikasih ibu. dan asal lo tau sampe sekarang baju ini cuma kepake sekali doang. sekali selama 4 tahun. what the heck are you doing cil hah sok gaya mau ikutan cosplay nyatanya gapernah sekalipun -.- yah apa mau dikata, that's so me. suka membuat hal baru bahkan yang useless sekalipun.

:--------3

gery maulana <3

Kematangan

Saya selalu suka membaca tulisan Uni Hesty di instagram. Seseorang yang sedang berusaha menyelesaikan study phd nya di negeri kangguru. Saya tidak kenal dia, saya hanya mampir ke profilenya setelah mendapatkan info dari Amrazing. Tulisannya manis, bisa bikin senyum sendiri sepanjang hari. Satu hal yang saya salut, dia menikmati semua waktunya yang tidak pasti bersama dengam orang yang dia sukai. Dia mengutarakannya dan tetap berada di sisinya meskipun orang yang dia sukai memberikan warna abu abu. Bukankah itu berat? Seperti tau dengan adanya penolakan tapi tidak dibarengi dengan pengusiran. Masih menjadi teman diskusi, bercanda dan melewati hari. Saya selalu terharu membaca setiap tulisannya. Sudah bukan roman picisan ala jaman anak SMA. Dia sudah matang secara perasaan. Send all warm regards to you mba, tetap bahagia ya :')