Skip to main content

Dua Macam Jenis Dengki


Ada suatu masa ketika rasa ingin menjadi orang lain itu muncul, atau rasa ingin memiliki yang orang lain punya itu timbul. Dengki lah bahasa lebih gampangannya. Kesannya negatif ya?

Menurutku dengki itu ada dua macam. Pertama, dengki yang bisa memacu semangat dan kedua, dengki yang menimbulkan perhelatan nafas panjang. Mungkin bagi sebagian orang akan mengalami dengki jenis kedua terlebih dahulu sebelum melangkah ke dengki jenis pertama. Tapi ada sebagian orang yang dari awal hidupnya hanya mengalami dengki jenis pertama.

Dengki yang bisa menimbulkan semangat mungkin akan banyak menimbulkan pertanyaan, "Kenapa dia bisa beruntung sekali?" dan "Kapan aku bisa jadi seperti dia?". Hal ini membuat kita berpikir dan melihat ke belakang. Mereka bisa meraih apa yang mereka punya sekarang tentunya dengan kerja keras dan semangat pantang menyerah. Kita akan lebih pingin tahu bagaimana usaha dan doa yang mereka panjatkan. Dengan begitu kita jadi lebih bisa bersabar dan lebih berusaha, karena setiap orang punya skenario jalan yang berbeda yang suatu saat nanti kelak setiap orang akan berhasil dan berbangga pada masanya.

Dengki dengan perhelatan nafas panjang akan berakhir pada keputusasaan dan mungkin juga akan menimbulkan pertanyaan "Kenapa dia bisa gitu? Padahal usahaku juga sudah sekeras ini". Tapi mungkin pertanyaan itu akan membuat pikiran menjadi macet, rasanya seperti mau keruntuhan atap dunia. Gerak sedikit kesana takut makin salah langkah, gerak sedikit kesini malas karena tau hasilnya akan sia-sia. Jadinya diam di tempat tidak bergerak, hanya melihat orang berlarian dari kejauhan.

Ada juga orang yang sering menghela nafas panjang, seakan ingin mematahkan semangat orang lain. Yang seperti ini yang sungguh membahayakan. Tanpa sadar kita jadi terbuai, dan ikut terpuruk dalam keputusasaan. Padahal orang penghela nafas tadi terus berjalan meraih roda teratas kehidupan, sementara kita jatuh dalam jurang keruntuhan.

Jadi mungkin, sebaiknya kita harus tetap terus optimis dalam hidup dan merangkul penghela nafas panjang tadi menjadi penghela nafas rasa syukur.

Selain itu juga mulai lah dengan perubahan dengki jenis kedua menjadi dengki jenis pertama.

Bon Courage!

Comments

Post a Comment

Popular posts from this blog

:--------3

gery maulana <3

dresses

desain baju awal *source: om google* hasil masukkin kain ke tukang jait yah beda tipis. tipis beda. beda renda. beda saku. beda bahan. beda total -___- fyi gara gara bikin ini baju, 4 taun lalu gue ga dapet baju lebaran. uang kain sama uang jahit bahkan lebih mahal jaaaauh dibanding jatah duit lebaran yang mau dikasih ibu. dan asal lo tau sampe sekarang baju ini cuma kepake sekali doang. sekali selama 4 tahun. what the heck are you doing cil hah sok gaya mau ikutan cosplay nyatanya gapernah sekalipun -.- yah apa mau dikata, that's so me. suka membuat hal baru bahkan yang useless sekalipun.

pembiasaan kecil

tadi pagi. sekitar jam 8 pagi. dengan badan yang masih mager di atas kasur, selimut masih terpapar di atas badan, mata masih merem melek, dan bantal yang masih jelas ada di atas kepala. pertanyaan itu datang dengan tiba tiba. keluar dengan raut muka polos dan (agaknya) sedikit khawatir. 'mba bapak sakit ya? dari kemarin ko di rumah terus kayanya' ucap mba sari, orang yang bantuin bersih bersih rumah, mencuci, menyetrika hingga memasak. mba sari berbisik untuk mengatakannya takut ucapannya mengganggu ketenangan rumah. dengan raut muka yang masih merem melek aku seolah enggan menanggapinya. bukan karena malas tetapi lebih pada kenyataan yang seketika itu juga menamparku. dengan keras. 'hah ega ko mba ga sakit apa apa' ujarku sambil tersenyum. entah mengapa hanya kalimat itu yang keluar dari mulutku. bukan, bukan karena memang ada suatu penyakit. hanya saja aku baru saja tersadar. mulai memasuki februari 2012 ini bapak sudah mulai pensiun. yang berarti pemasukan ...