Skip to main content

Posts

Showing posts from July, 2016

Muslim di negeri biru

Pagi ini dimulai dengan pemberitaan teror di Perancis. Sebuah truk melintas ke arah kerumunan orang di kawasan Nice Perancis. Puluhan warga luka-luka dan sebagian diantaranya adalah wanita dan anak-anak. Diketahui bahwa pengemudi truk bernama depan Mohamed, seorang imigran berkewarganegaraan ganda, Perancis dan Tunisia. Begitu baca berita ini rasanya kok memang ada yang sengaja menciptakan kesan buruk mengenai imigran dan juga seorang muslim. Aku jadi teringat cerita seorang kawan di negeri seberang sana, Jerman, bahwa semenjak kasus imigran mulai membanjiri Eropa, ditambah dengan serangan bom di Paris dan Turki beberapa waktu lalu, membuat warga muslim di negeri biru sana merasa terancam. Jika memang teror diatas merupakan sebuah adu domba, aku rasa mereka sedikit berhasil. Mungkin di Indonesia hal semacam ini tidak begitu terasa dan hanya dianggap sebagai angin lewat. Karena kita hidup di lingkungan muslim, mayoritas. Kita tidak akan pernah tau bagaimana rasanya dicibir da...

Baju tertutup di mata lelaki

Siang tadi dengan tiba-tibanya si bos duduk di meja temen kerjaku yang masuk siang. Dan dengan tiba-tibanya obrolan kerjaan beralih ke busana tertutup bagi perempuan, karena memang sebelumnya lagi ngomongin si gusti yang mau business trip (lagi) ke timur tengah. Biasanya kalo lagi berdialog tentang hijab dan baju muslimah, para lelaki yang aku kenal akan memilih wanita yang tertutup hijab untuk dijadikan seorang istri di masa depan, walau tidak menampik kemungkinan bahwa mereka juga masih suka dengan perempuan berbaju mini dan menonjolkan lekuk tubuh. Tapi mendengar jawaban yang keluar dari mulut si bos membuatku kehilangan kata. “Buat apa cari yang tertutup kalau ada akhirnya nanti juga dibuka juga kan” Whoa! Baru ini denger jawaban kayak diatas, dan fyi, bos ku seorang lelaki muslim, walaupun separo lebih lingkungan di kantorku merupakan orang non-muslim. Jadi, apa si bos mulai terpengaruh dengan arus globalisasi dan norma kebaratan? Tapi jawaban diatas mulai bik...

Marketing overseas? Yes or No?

Berkarir di bidang yang sama sekali lain dari masa kuliah emang udah jadi mainstream. Rasanya 4 tahun kuliah sia-sia rasanya. 4 tahun kuliah di bidang kesehatan dan berakhir dengan karir sebagai marketing ekspor.  Tapi alhamdulillah nya aku jadi tau banyak soal berbagai macam hal di dunia perdagangan internasional. Ada beberapa hal yang perlu dipelajari kalo kamu pengen berkarir jadi marketing eksport. Global knowledge Ini wajib banget, apalagi kalo nemenin client yang visit factory ataupun saat kita business trip ke luar negeri. Semakin banyak kamu tahu mengenai keadaan global saat ini, semakin mudah kamu bisa mengajak ngobrol clientmu. Untuk hal ini aku masih banyak banget belajar. Perekonomian dan politik selalu jadi hot topik diantara para pebisnis, sementara wawasanku baru sebatas hal remeh temeh di bahasa, budaya, musik, film, dan industri hiburan. Jenis pengiriman Aku sampe nulis macem-macem jenisnya di meja kerjaku waktu masih 6 bulan masuk kerja. Rasanya p...

Job description ala ala

Akhir akhir ini, mulai awal tahun rasanya banyak hawa negatif menghinggapi pikiran. Bangun pagi buat kerja jadi makin males, rasanya lebih milih band camp waktu marching. 6 to 10 selama lima hari juga masih kuat adek bang— Tapi habis blog-walking ke kakak senior yang sayangnya ngga pernah ketemu di tempat kerja (aku masuk dia lulus gitu), rasanya banyak juga hal hal positif yang bisa aku ambil pelajaran dari kerjaan sekarang. Mari kita masuk dengan nomor per nomor karena yakin, penomoran akan lebih gampang dibaca. Please find the answer and question below (berasa email ke client) *tsah What’s your job? I’m a dietitian, graduated from Gadjah Mada University in 2014 and right now working as an overseas marketing in disposable food packaging manufacture in Yogyakarta. Sounds crazy? Yep I think so. Nyebrangnya kejauhan cooooy. Ngga pernah kebayang bakal kerja jadi marketing eksport yang bahkan pas jaman kuliah aja ngga pernah kepikiran.      ...