Skip to main content

Anak Bapak


Bapak itu lucu, paling nggak suka nunjukin sikap perhatian ke anaknya. Kalo tersipu sukanya buang muka, padahal di balik itu bapak tersenyum simpul. Kalo ditanya perihal di mana barang barang pasti dijawab ‘ngga tahu’, tapi di tengah kelimpungan cari barang, tiba tiba bapak dateng dengan barang yang dicari. Digeletakin gitu aja tanpa bilang apa apa. Manis banget kan, kayak cowo yang sok cuek-tapi-peduli gitu. Yang kalo dikejar malah makin jauh *whoops*.


Bapak suka ngajakin diskusi politik, secara dari background edukasi bapak memang bidang hukum. Tapi kadang juga aku melongo, nggak ngerti yang diomongin. Ujung ujungnya aku dan bapak berdebat gara-gara kita liat dari kacamata yang berbeda. Tapi dari situ wawasanku bertambah. Bapak mengajarkan hal hal yang tidak dapat dijangkau rasional oleh mata. Bapak mengajarkan tentang kompleksnya kehidupan dalam politik, yang entah kenapa, malah membuatku semakin anti politik. Maafkan anakmu ini ya Pak, aku tau Bapak mau aku masuk ke bidang hukum, tapi aku menolak. Terimakasih juga Bapak sudah memberikan kebebasan ruang dalam menjadi diriku apa adanya, terlepas dari itu semua aku tetap anak Bapak kok. Ya, kan Pak? ;)

#Day11 #SehariMenuliSatu #SwaragamaFM

Comments

Popular posts from this blog

:--------3

gery maulana <3

dresses

desain baju awal *source: om google* hasil masukkin kain ke tukang jait yah beda tipis. tipis beda. beda renda. beda saku. beda bahan. beda total -___- fyi gara gara bikin ini baju, 4 taun lalu gue ga dapet baju lebaran. uang kain sama uang jahit bahkan lebih mahal jaaaauh dibanding jatah duit lebaran yang mau dikasih ibu. dan asal lo tau sampe sekarang baju ini cuma kepake sekali doang. sekali selama 4 tahun. what the heck are you doing cil hah sok gaya mau ikutan cosplay nyatanya gapernah sekalipun -.- yah apa mau dikata, that's so me. suka membuat hal baru bahkan yang useless sekalipun.

pembiasaan kecil

tadi pagi. sekitar jam 8 pagi. dengan badan yang masih mager di atas kasur, selimut masih terpapar di atas badan, mata masih merem melek, dan bantal yang masih jelas ada di atas kepala. pertanyaan itu datang dengan tiba tiba. keluar dengan raut muka polos dan (agaknya) sedikit khawatir. 'mba bapak sakit ya? dari kemarin ko di rumah terus kayanya' ucap mba sari, orang yang bantuin bersih bersih rumah, mencuci, menyetrika hingga memasak. mba sari berbisik untuk mengatakannya takut ucapannya mengganggu ketenangan rumah. dengan raut muka yang masih merem melek aku seolah enggan menanggapinya. bukan karena malas tetapi lebih pada kenyataan yang seketika itu juga menamparku. dengan keras. 'hah ega ko mba ga sakit apa apa' ujarku sambil tersenyum. entah mengapa hanya kalimat itu yang keluar dari mulutku. bukan, bukan karena memang ada suatu penyakit. hanya saja aku baru saja tersadar. mulai memasuki februari 2012 ini bapak sudah mulai pensiun. yang berarti pemasukan ...