Skip to main content

Serpihan Rasa


Katanya kalo kamu menyukai seseorang, katakanlah. Sepertinya mudah kan, tinggal ngomong doang, apa susahnya? Tapi ketika keberanian itu datang, pernahkah terpikir bahwa ucapan itu akan membekas dan berdampak pada ritme kehidupanmu selanjutnya? Aku menyukaimu. Itu yang kuucapkan saat rasa ini kian membuncah. Merekah bibir ini ketika mendengar suara handphone berdenting. Jika itu dari kamu, hati ini berdesir. Bahagia. Sesederhana itu aku menyukaimu. Masih tergambar dengan jelas saat kamu menatapku lamat lamat dan tersipu malu ketika aku melihat balik ke arahmu. Keheningan canggung yang tercipta saat kita duduk berdampingan, dan ketika kamu bilang aku cantik. Ah, aku rindu :(

Memang, awalnya kamu yang mengejarku, dengan mengucap ‘I love you’ setiap kali bertemu. Tapi kala itu diri ini masih ragu, apakah kata itu terucap dengan hati atau hanya ilusi. Dan ketika mataku tak mampu lagi berpaling darimu, aku terjatuh. Aku menyukaimu. Tapi apa? Kamu pergi menjauh, tanpa aba aba. Kala itu memang kita tak sependapat, katamu “Memangnya salah kalau aku jatuh cinta?” dan aku masih bersikukuh dengan egoku untuk tidak jatuh terjerembab dalam lubang buatanmu. Aku takut, aku masih bergelut dengan egoku sendiri untuk melihatmu. Sampai saat kamu pergi, aku menahan diriku sendiri untuk berhenti mengenangmu. Aku menahan jari ini dari segala kata yang tertulis pada layar handphoneku. Aku menahan ingatanku untuk tidak berandai andai, andai saat itu aku tidak perlu menjaga sikap. Andai saat itu aku tidak mengucapkan kata ‘aku menyukaimu’, sama seperti kamu yang berkata “Harusnya dulu aku ngga usah bilang kalo aku suka sama kamu”. Seperti itu?


“When you love someone, just be brave to say, that you want him to be with you. When you hold your love, don’t ever let it go, or you will lose your chance, to make your dreams come true”
Endah n Rhesa - When You Love Someone

#Day9 #SehariMenuliSatu #SwaragamaFM 

Comments

Popular posts from this blog

:--------3

gery maulana <3

dresses

desain baju awal *source: om google* hasil masukkin kain ke tukang jait yah beda tipis. tipis beda. beda renda. beda saku. beda bahan. beda total -___- fyi gara gara bikin ini baju, 4 taun lalu gue ga dapet baju lebaran. uang kain sama uang jahit bahkan lebih mahal jaaaauh dibanding jatah duit lebaran yang mau dikasih ibu. dan asal lo tau sampe sekarang baju ini cuma kepake sekali doang. sekali selama 4 tahun. what the heck are you doing cil hah sok gaya mau ikutan cosplay nyatanya gapernah sekalipun -.- yah apa mau dikata, that's so me. suka membuat hal baru bahkan yang useless sekalipun.

pembiasaan kecil

tadi pagi. sekitar jam 8 pagi. dengan badan yang masih mager di atas kasur, selimut masih terpapar di atas badan, mata masih merem melek, dan bantal yang masih jelas ada di atas kepala. pertanyaan itu datang dengan tiba tiba. keluar dengan raut muka polos dan (agaknya) sedikit khawatir. 'mba bapak sakit ya? dari kemarin ko di rumah terus kayanya' ucap mba sari, orang yang bantuin bersih bersih rumah, mencuci, menyetrika hingga memasak. mba sari berbisik untuk mengatakannya takut ucapannya mengganggu ketenangan rumah. dengan raut muka yang masih merem melek aku seolah enggan menanggapinya. bukan karena malas tetapi lebih pada kenyataan yang seketika itu juga menamparku. dengan keras. 'hah ega ko mba ga sakit apa apa' ujarku sambil tersenyum. entah mengapa hanya kalimat itu yang keluar dari mulutku. bukan, bukan karena memang ada suatu penyakit. hanya saja aku baru saja tersadar. mulai memasuki februari 2012 ini bapak sudah mulai pensiun. yang berarti pemasukan ...