Skip to main content

Kehidupan di atas perahu


Aku tertegun, melihat banyaknya lubang pada tempat aku berpijak. Semakin lama semakin besar, lalu air mulai masuk. Sempat kulirik ujung tumit sepatuku, ternyata tertancap sebuah paku. Jadi ini semua karena ulahku? Kepalaku berputar. Bagaimana? Aku tidak tahu caranya berenang. Lekas kuambil paku di ujung sepatu, kusumbatkan pada lubang kayu perahu. Masih kurang, kurobek jaket terbaikku guna menambal perahu. Aku terduduk lemas, perahuku mulai goyah. Sekelebat terlihat kapal laut lewat. Aku ingin berteriak, memohon agar dapat menumpang. Namun apa daya, suaraku tertahan. Kuraih dayung di ujung haluan, dengan tangan gamang kumulai mendayung. Semakin lama semakin pasti, kucoba membaca rasi bintang. Hingga akhirnya kutahu, ujung di mana perahu ini akan berlabuh.

Bukankah begitu kalanya hidup? Layaknya berdiri di atas perahu. Terkadang masalah muncul akibat ulah dari diri sendiri, hingga menyebabkan sebuah lubang besar menganga, menuntut penyelesaian. Godaan lari dari masalah terus menghampiri, tapi hati kecil kita bergeming. Dengan perlahan mencoba bangkit dengan kepalan tangan. Sesekali perahu itu akan goyah dengan banyaknya riak di luar sana, tapi dengan bulatan tekad yang ada kita pasti akan kuat. Bukankah begitu?

Source: Google
#Day6 #SehariMenuliSatu #SwaragamaFM

Comments

Popular posts from this blog

:--------3

gery maulana <3

dresses

desain baju awal *source: om google* hasil masukkin kain ke tukang jait yah beda tipis. tipis beda. beda renda. beda saku. beda bahan. beda total -___- fyi gara gara bikin ini baju, 4 taun lalu gue ga dapet baju lebaran. uang kain sama uang jahit bahkan lebih mahal jaaaauh dibanding jatah duit lebaran yang mau dikasih ibu. dan asal lo tau sampe sekarang baju ini cuma kepake sekali doang. sekali selama 4 tahun. what the heck are you doing cil hah sok gaya mau ikutan cosplay nyatanya gapernah sekalipun -.- yah apa mau dikata, that's so me. suka membuat hal baru bahkan yang useless sekalipun.

pembiasaan kecil

tadi pagi. sekitar jam 8 pagi. dengan badan yang masih mager di atas kasur, selimut masih terpapar di atas badan, mata masih merem melek, dan bantal yang masih jelas ada di atas kepala. pertanyaan itu datang dengan tiba tiba. keluar dengan raut muka polos dan (agaknya) sedikit khawatir. 'mba bapak sakit ya? dari kemarin ko di rumah terus kayanya' ucap mba sari, orang yang bantuin bersih bersih rumah, mencuci, menyetrika hingga memasak. mba sari berbisik untuk mengatakannya takut ucapannya mengganggu ketenangan rumah. dengan raut muka yang masih merem melek aku seolah enggan menanggapinya. bukan karena malas tetapi lebih pada kenyataan yang seketika itu juga menamparku. dengan keras. 'hah ega ko mba ga sakit apa apa' ujarku sambil tersenyum. entah mengapa hanya kalimat itu yang keluar dari mulutku. bukan, bukan karena memang ada suatu penyakit. hanya saja aku baru saja tersadar. mulai memasuki februari 2012 ini bapak sudah mulai pensiun. yang berarti pemasukan ...