Skip to main content

Sepasang Sepatu yang Bukan Baru


Satu langkah kaki kecil dapat membawa kita pada tempat yang tak terduga, pun demikian dengan sepatu. Pilihan jenis apa yang dapat membawamu ke mana, itu bukan perkara mudah. Lihat saja, banyak wanita rela merogoh kocek begitu dalam pada barang satu ini. Sepatu baru selalu terlihat lebih menarik, tapi siapa sangka. Sepatu lama juga menyimpan banyak cerita. Bagi sebagian orang, menggunakan barang lama dengan banyak kenangan merupakan pilihan. Sepatu baru selalu memerlukan adaptasi baru, ruang gerak baru, dan sepotong jiwa yang baru.

Lihat lah, bahkan sepatu pun berpasangan, seperti aku dan kamu. Aku tak akan bisa membawa kaki melangkah jika kamu masih jauh tertinggal. Seperti lagu Tulus ya, sepatu. Hanya saja, bukan tujuan menjadi satu pada sepatu. Hanya melangkah bersama dengan gelak tawa, bukankah itu menyenangkan? Meskipun tanpa pasangan yang tepat, sepatu masih dapat memberi langkah kecil pada kaki, asalkan ruang gerak kita berbeda, kanan dan kiri. Yah, meskipun jalan pasti terseok karena adanya perbedaan. Tapi, pasti, langkah masih dapat tercipta dengan ayunan kaki yang berirama. Jadi, semoga aku dan kamu seperti sepatu, bersatu dengan gelak tawa ataupun terseok dengan perbedaan.

#Day2 #SehariMenuliSatu #SwaragamaFM

Comments

Popular posts from this blog

:--------3

gery maulana <3

dresses

desain baju awal *source: om google* hasil masukkin kain ke tukang jait yah beda tipis. tipis beda. beda renda. beda saku. beda bahan. beda total -___- fyi gara gara bikin ini baju, 4 taun lalu gue ga dapet baju lebaran. uang kain sama uang jahit bahkan lebih mahal jaaaauh dibanding jatah duit lebaran yang mau dikasih ibu. dan asal lo tau sampe sekarang baju ini cuma kepake sekali doang. sekali selama 4 tahun. what the heck are you doing cil hah sok gaya mau ikutan cosplay nyatanya gapernah sekalipun -.- yah apa mau dikata, that's so me. suka membuat hal baru bahkan yang useless sekalipun.

pembiasaan kecil

tadi pagi. sekitar jam 8 pagi. dengan badan yang masih mager di atas kasur, selimut masih terpapar di atas badan, mata masih merem melek, dan bantal yang masih jelas ada di atas kepala. pertanyaan itu datang dengan tiba tiba. keluar dengan raut muka polos dan (agaknya) sedikit khawatir. 'mba bapak sakit ya? dari kemarin ko di rumah terus kayanya' ucap mba sari, orang yang bantuin bersih bersih rumah, mencuci, menyetrika hingga memasak. mba sari berbisik untuk mengatakannya takut ucapannya mengganggu ketenangan rumah. dengan raut muka yang masih merem melek aku seolah enggan menanggapinya. bukan karena malas tetapi lebih pada kenyataan yang seketika itu juga menamparku. dengan keras. 'hah ega ko mba ga sakit apa apa' ujarku sambil tersenyum. entah mengapa hanya kalimat itu yang keluar dari mulutku. bukan, bukan karena memang ada suatu penyakit. hanya saja aku baru saja tersadar. mulai memasuki februari 2012 ini bapak sudah mulai pensiun. yang berarti pemasukan ...