Metamorfosis itu seperti perjalanan hidup. Kalau bisa aku bilang, bukan melulu soal tampilan fisik ataupun rupa seseorang. Coba tengok kilasan masa lalu saat kita masih bayi, bukankah sama dengan ulat? Berjalan melata dengan ritme ala kadarnya, belajar melakukan sesuatu dengan seksama. Seiring dengan berjalannya waktu, bayi kecil akan memasuki masa sekolah dan hingar bingar kehidupan remaja. Saat itu seperti masa ulat dalam kepompong, membungkus diri dengan segala tetek bengek per-sekolah-an. Hingga pada masanya nanti akan keluar menjadi kupu kupu yang cantik dan siap menghadapi kejamnya dunia. Kupu-kupu yang berbekal pengalaman hidup dari masa menjadi kepompong, dan kupu-kupu yang telah berganti rupa dari sifat kekanakan sang ulat menuju pendewasaan.
Lepas dari masa kepompong, bukan menjadikan kupu-kupu tampil langsung sempurna. Rentangan sayap perlahan dilakukan sebagai bentuk penyesuaian diri, seperti halnya jika memasuki dunia kerja baru, belajar beradaptasi. Patahan sayapnya mengepak pelan, dari rendah hingga ke ketinggian. Begitu pula dengan bayi kecil yang telah beranjak dewasa, belajar meninggalkan zona nyaman menuju kesuksesan. Semuanya berjalan dengan bertahap, dan pada akhirnya nanti kupu-kupu akan berbangga pada masanya. Terbang tinggi ke angkasa dengan semua mata tertuju padanya, dan berkata "Aku ingin menjadi sepertimu".
#Day4 #SehariMenuliSatu #SwaragamaFM
Comments
Post a Comment