Skip to main content

Pijar lampu perubahan

Akhir akhir ini jam pulangku berubah, bukan lagi tengah malam, siang hari ataupun sore hari saat jam menunjukkan pukul lima. Selepas maghrib hingga jam 9, bisa jadi jadwal baru untukku pulang ke rumah. Rute jalan yang kulalui pun selalu sama. Jika itu dari utara, arah kridosono-jembatan lempuyangan selalu jadi rute favorit. Akhir akhir ini pula pemandangan sesosok laki-laki itu selalu membuatku penasaran.  Dengan tas kecil di pinggang, lampu pengatur lalu lintas warna merah di tangan, dan motor berplat B-FMX yang terpakir di sisi kiri jalan, dia mengatur lalu lintas dengan apiknya. Memang rute jalan dari arah barat dari kridosono menuju ke arah jembatan lempuyangan terkadang membuat macet. Tapi satu hal yang mengganggu pikiranku, siapa kah gerangan laki-laki ini? Kurasa sih bukan polisi, apa iya polisi bertugas dengan tidak memakai seragam dan dengan memakai sendal jepit di kaki? Setiap malam pula laki-laki ini berdiri di tengah jalan mengatur lalu lintas penyeberangan dengan mengayunkan tongkat merahnya. Sesekali berteriak “Yoo, jalan yoo” dan sesekali meniup peluit yang dikalungkan di leher. Mungkin beberapa orang memberinya recehan, beberapa tidak. Dia tidak meminta rupiah, tapi tetap setia melaksanakan tugasnya hingga larut malam.


Setiap kali aku melihatnya, dadaku terenyuh. Laki-laki itu bahkan rela melakukan hal tanpa pamrih, dan saat itu pula aku berkaca pada diri sendiri. Apa yang sudah bisa kuperbuat untuk orang lain? Laki-laki itu sungguh bagaikan sinar harapan masa depan. Jika saja semua orang berlaku sama dengan mengerjakan sesuatu tanpa pamrih, bukankah dunia akan menjadi lebih terang? Melebihi sinar lampu yang banyak terpasang pada layar LED di pinggir jalan. Sinar lampu itu bagai harapan, selama dia masih bersinar, selama itu pula akan terjadi perubahan.



#Day10 #SehariMenuliSatu #SwaragamaFM

Comments

  1. Dik Cipli makin wow ya tulisannya :D

    ReplyDelete
  2. hahaha duh makasih mba nad, gambarannya semakin hari juga semakin inspiring lhooo. Di post di blog juga lah mba nad :"

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular posts from this blog

:--------3

gery maulana <3

dresses

desain baju awal *source: om google* hasil masukkin kain ke tukang jait yah beda tipis. tipis beda. beda renda. beda saku. beda bahan. beda total -___- fyi gara gara bikin ini baju, 4 taun lalu gue ga dapet baju lebaran. uang kain sama uang jahit bahkan lebih mahal jaaaauh dibanding jatah duit lebaran yang mau dikasih ibu. dan asal lo tau sampe sekarang baju ini cuma kepake sekali doang. sekali selama 4 tahun. what the heck are you doing cil hah sok gaya mau ikutan cosplay nyatanya gapernah sekalipun -.- yah apa mau dikata, that's so me. suka membuat hal baru bahkan yang useless sekalipun.

pembiasaan kecil

tadi pagi. sekitar jam 8 pagi. dengan badan yang masih mager di atas kasur, selimut masih terpapar di atas badan, mata masih merem melek, dan bantal yang masih jelas ada di atas kepala. pertanyaan itu datang dengan tiba tiba. keluar dengan raut muka polos dan (agaknya) sedikit khawatir. 'mba bapak sakit ya? dari kemarin ko di rumah terus kayanya' ucap mba sari, orang yang bantuin bersih bersih rumah, mencuci, menyetrika hingga memasak. mba sari berbisik untuk mengatakannya takut ucapannya mengganggu ketenangan rumah. dengan raut muka yang masih merem melek aku seolah enggan menanggapinya. bukan karena malas tetapi lebih pada kenyataan yang seketika itu juga menamparku. dengan keras. 'hah ega ko mba ga sakit apa apa' ujarku sambil tersenyum. entah mengapa hanya kalimat itu yang keluar dari mulutku. bukan, bukan karena memang ada suatu penyakit. hanya saja aku baru saja tersadar. mulai memasuki februari 2012 ini bapak sudah mulai pensiun. yang berarti pemasukan ...